Hari Tuberkulosis Dunia

 

 


 Memperingati tanggal 24 Maret sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.


Tuberkulosis atau sering disebut TBC adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan.

TBC salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia, termasuk penyakit paru-paru menular.

Indonesia menjadi negara ketiga kasus penderita TBC tertinggi dengan presentase 8% setelah India 27% dan China 9%. Pada 2018, diperkirakan ada 845.000 penduduk Indonesia sakit karena TBC. Angka ini diperkirakan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

TBC dapat menyerang siapapun. Bahkan penularannya cukup mudah, yaitu melalui udara, saat pasien batuk, bersin, meludah atau berbicara. Namun ada beberapa kelompok yang paling rentan tertular TBC, yaitu anak usia kurang dari 5 tahun, orang yang punya penyakit daya tahan tubuh rendah seperti HIV, dan perokok yang memiliki risiko menurunkan imunitas di saluran pernapasan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh tetap optimal melalui penerapan gaya hidup sehat seperti makan-makanan bergizi, minum air putih secukupnya, rutin berolahraga, serta istirahat yang cukup.

Peringatan tahunan ini memperingati ilmuwan Dr. Robert Koch yang telah menemukan penyebab TBC.

Peringatan hari TBC sedunia diperlukan untuk meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat tentang perlunya mengenali gejala TBC, dampak TBC di seluruh dunia, serta saling berbagi pencegahan dan pengobatan sampai sembuh bagi setiap kasus TBC agar tidak berpotensi untuk menularkan penyakitnya pada orang-orang di sekitarnya.

Salah satu gerakan untuk peduli TBC, yaitu Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC (TOSS TBC) yang bertujuan untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat. Invirtamos Salvemos Vidas En Poner Fin A La TB. 
 
Pemeriksaan TBC di antaranya :
1. Foto Rontgen X-Ray General
2. TCM (Test Cepat Molekuler) GenExpert
3. Kultur TB Mikrobiologi - Biological Safety Cabinet Class II
 
#harituberkulosis
#harituberkulosissedunia
#elektromedik
#elektromedisindonesia
#elektromedis

Memperingati Memperingati World Glaucoma Day (WGD) atau Hari Glaukoma Sedunia

 


Memperingati World Glaucoma Day (WGD) atau Hari Glaukoma Sedunia dideklarasikan pada tanggal 6 Maret 2008 dan diperingati setiap tanggal 12 Maret.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 95 persen penderita glaukoma tak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan hingga berakhir dengan kebutaan. Padahal, penyakit mata glaukoma penyebab kebutaan nomor dua di dunia. 
 
Glaukoma adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan saraf optik mata, yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara progresif dan ireversibel. Sering, tetapi tidak selalu, terkait dengan peningkatan tekanan cairan di mata. Pada glaukoma, peningkatan tekanan cairan merusak serabut saraf halus dari saraf optik dan retina, yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap. Glaukoma sering disebut Silent Thief of Sight "pencuri penglihatan", karena kebanyakan jenisnya biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan gejala sampai terjadi kehilangan penglihatan yang nyata. Orang berusia di atas 40 tahun, punya keluarga dengan riwayat glaukoma, serta menderita sejumlah penyakit seperti diabetes, harus waspada. Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci untuk mencegah kehilangan penglihatan dan kebutaan total akibat kondisi saraf mata tersebut yang rusak. 
 
Pemeriksaan Glaukoma pada test pemeriksaan :
1. Opthalmoscopy
2. DRS (Digital Retina Imaging) 
3. Non-Contact Tonometry
4. Autorefractometer
5. OCT (Optical Coherence Tomography) 
 
#worldglaucomaday
#hariglaukomasesunia
#elektromedik 
#elektromedis
#elektromedikindonesia
#elektromedisindonesia 
#elektromedik_engineering 
#biomedicalengineer 
#d3elektromedik 
#d3elektromedis 
#d4elektromedik 
#d4elektromedis

Memperingati World Kidney Day- Hari Ginjal Sedunia

 

 


Memperingati World Kidney Day atau Hari Ginjal sedunia pada 10 Maret setiap tahunnya. Kali ini hari ginjal sedunia mengangkat tema 'Menjembatani Kesenjangan Pengetahuan Untuk Perawatan Ginjal Yang lebih Baik'.

Ginjal menjadi salah satu penyakit kronis. Bahkan tergolong sebagai komorbid Covid-19. Satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia memiliki penyakit ini
 
#worldkidneyday
#hariginjalsedunia
#elektromedik 
#elektromedis
#elektromedikindonesia
#elektromedisindonesia 
#elektromedik_engineering 
#biomedicalengineer 
#d3elektromedik 
#d3elektromedis 
#d4elektromedik 
#d4elektromedis

 

Dirgahayu Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) ke 36




Dirgahayu Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) ke 36, semoga IKATEMI semakin eksis dan berkembang, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme profesi Elektromedis.
Semoga 4 Desember dapat dijadikan hari Elektromedis Indonesia.
Salam sukses dan semangat IKATEMI.

Selamat Ulang Tahun IKATEMI ke 33 tahun



Sejarah singkat IKATEMI, awal berdirinya organisasi IKATEMI dideklarasikan pada tanggal 4 Desember tahun 1983 bertempat di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita dengan nama Ikatan Alumni Teknik Elektromedik Indonesia yang disingkat dengan IKATEMI.


Selamat Ulang Tahun buat IKATEMI, semoga semakin jaya ke depan, bravo IKATEMI !!! 

Terimakasih atas kerja keras semua jajaran Pengurus DPD,  DPC IKATEMI dan dewan pembina DPP Ikatemi. Serta tidak lupa para teman-teman elektromedis semuanya.


Arti/Makna Logo 33 Tahun IKATEMI :
  1. Warna dasar putih memaknai IKATEMI cinta kedamaian, upaya pencapaian diri menuju kesempurnaan dalam persatuan.
  2.  33 berwarna dasar merah memaknai perjuangan IKATEMI selama 33 tahun dengan energi, kekuatan dan keberanian untuk pencapaian tujuan.
  3. Lingkaran dengan dasar kuning memaknai IKATEMI merupakan wadah Ikatan Persatuan Elektromedis dalam bingkai kehangatan, kebersamaan, dan bekerjasama di setiap aktifitas profesionalnya.
  4. Tulisan IKATEMI dengan warna dasar biru di atas warna hijau memaknai IKATEMI merupakan organisasi yang penuh ketenangan dan menekankan keinginan dengan kekuatan teknologi khususnya pada bidang kesehatan.
  5. Pita dengan dasar hijau memaknai IKATEMI sebagai organisasi Profesi Kesehatan di dalam aktifitas dan upayanya diberkati dengan kelimpahan, pertumbuhan, pembaharuan dan daya tahan, senantiasa menjaga keseimbangan dan persahabatan.

Membangun profesionalisme mutu pelayanan Elektromedis Indonesia, dengan upaya meningkatkan mutu pelayanan dan kompetensi profesi Elektromedis, serta meningkatkan dan mengembangkan pendidikan Teknik Elektromedik di Indonesia.

 www.ikatemi.org

Melihat Perlengkapan Medik Di Dalam Ambulans

Gambar Ambulans Jaman Dulu

Ambulans pertama kali dipakai pada waktu perang inggris tahun 1888 untuk mengangkut prajurit perang yang terluka di medan peperangan ke rumah sakit terdekat. Waktu ambulansnya masih ditarik dengan tenaga kuda untuk jalannya. Dan belum ada tenaga medik yang disiagakan di dalam ambulans tersebut. Jadi kalau masih bisa hidup sampai rumah sakit terdekat, sangat beruntunglah prajurit yang terluka tersebut.

Sekarang jaman sudah canggih, ambulans sekarang menggunakan kendaraan mobil dengan tipe angkut yang lebih besar dan dilengkapi dengan peralatan elektromedik, air conditioner (AC), alat bantu pernafasan, foto x-ray portable dan tenaga paramedik yang disiagakan di dalam ambulans, yang tempatnya terpisah dengan driver ambulans.

Tapi di indonesia kebanyakan sih ambulans masih hanya dipakai sebagai kendaraan pengangkut jenasah. Dan ambulans di Indonesia banyak yang belum memenuhi kelengkapan gawat darurat untuk menangani pasien. Kebanyakan mobil sejenis minibus yang dimodifikasi sekedar untuk mengangkut pasien saja dengan perlengkapan medik yang ala kadarnya. Kalau saya lihat rumah sakit, yang pertama saya lihat pastilah ambulansnya dulu, itu mencerminkan rumah sakitnya juga lho.




Ambulans dipakai untuk perpindahan pasien dari dan ke rumah sakit, baik itu menuju Instalasi Gawat Darurat rumah sakit rujukan ataupun tempat transit seperti bandara atau anjungan helikopter. Kalau untuk tenaga paramediknya pasti ada minimal seorang dokter dan seorang perawat sebagai pendamping saat perjalanan. Semua yang ada di ambulans termasuk dalam tingkat emergency atau darurat. Jadi semua perlengkapan peralatan di ambulans haruslah selalu siap sedia dimanapun dan kapanpun.

Tarif ambulans juga lumayan mahal lho, hitungnya per km. Tapi kalau naik ambulans, rombongan presiden atau rombongan bupati saja kalah dengan suara sirine yang berdengung. Semuanya pasti minggir dan memberikan ambulans jalan terlebih dahulu. Dijamin sampai tujuan dengan cepat, karena itu memang kelebihan dari ambulans.

Perlengkapan Ambulans

Yang dasar dan selalu harus ada adalah patient monitor, defibrillator, kursi roda, brancard pasien transport, dan oksigen tabung lengkap regulator dan resucitator bagnya.

Karena pada ambulans belum ada standarisasi peralatan perlengkapan medik, coba kita lihat apa saja sih yang mungkin diperlukan pada ambulans demi perangkat darurat medik.

Keterangan menurut gambar :
1: Defibrillator dengan Pasien Monitor
2: Syringe Pump Pack Set
3: Suction unit
4: High Flow CPAP
5: Syringes and Needles
6: Obat-obatan
7: Rak Peralatan Tambahan
8: Rak Peralatan Tambahan
9: Sarung Tangan Medis
10: Stretcher Brancard Pasien Transport
12: Ventilator Portable
13: Emergency suitcase and backpack

Nah, demi kenyamanan pasien dan keamanan pasien maka perlengkapan peralatan medik yang mendukung sangat diperlukan untuk tindakan medik di dalam ambulance. Baik itu penanganan darurat pertama dan perpindahan pasien.

SEJARAH SINGKAT IPSM RSU Dr. SOETOMO

Rumah Sakit Dr. Soetomo merupakan Rumah sakit terbesar di kawasan timur Indonesia yang sepanjang perjalanan sejarahnya selalu diwarnai pembaruan dan perubahan baik di bidang manajemen, struktur organisasi serta sarana dan prsarananya. Hal ini merupakan tuntutan yang mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pihak rumah sakit. Mengingat kemajuan dan tuntutan jaman yang semakin pesat berkembang dan salah satu bagian yang juga mengalami perubahan yaitu bagian Instalasi Pemeliharaan Sarana dalam upayanya memberikan pelayanan teknik yang lebih baik dan optimal kepada rumah sakit dan masyarakat.

Sebelum tahun 1976 instalasi ini memiliki nama Bagian Pertukangan. Dengan keahlian professional yang belum spesifik, melihat hasil kerja secara keseluruhan dari bagian tersebut, terasa sekali kekurangan yang terdapat pada saat itu yang ditandai dengan belum tertanganinya keseluruhan sarana yang ada, terutama perangkat elektromediknya. Selanjutnya pada tahun 1978, Bagian Pertukangan diubah menjadi Bagian Teknik. Penataan jenis keahlian memberikan keahlian khusus dalam menentukan bidang dan jenis dari seksi yang akan dibentuk dengan prinsip “The Right man in the Right Place. Prinsip ini ternyata membawa kemajuan yang sangat pesat bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan operasi IPS Medik RS yang bersesuaian dengan keahlian yang dimiliki pada personilnya. Adapun bagian seksi saat iu adalah :

1. Seksi Elektronika

2. Seksi Perawat

3. Seksi Listrik

4. Seksi Mesin

5. Seksi Las

6. Seksi Bangunan

Namun semua itu belum mengoptimalkan pekerjaan yang ada untuk dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, oleh karena masih belum mapannya manajemen yang diterapkan pada saat itu.

Kemudian pada tahun 1980 sesudah dua tahun berselang bagian ini memasuki era pemantapan manajemen serta struktur organisasi yang lebih memiliki pembagian secara keahlian dan ketrampilan yang harus dimiliki IPSM setiap rumah sakit, dengan berlandaskan hukum pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No. 061-135-206 yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 134 tahun 1980 tentang penerapan Struktur Organisasi Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

Adapun Surat Keputusan tersebut sebagai berikut :

SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI RI

NO. 061-135-206

TENTANG

PENGESAHAN PERATURAN DAERAH TINGKAT I JAWA

TIMUR

No. 9 TAHUN 1985 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN

TATA

KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO PROPINSI

DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR.

Sedangkan acuannya adalah :

SURAT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No.

134/MENKES/IV/1992

TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM

Dengan demikian IPSMRS RSU Dr. Soetomo memiliki tugas dan tanggung jawab untuk :

  1. Pemeliharaan peralatan listrik, elektromedik, radiology dan kedokteran nuklir.
  2. Pemeliharaan bangunan, instalasi air minum, instalasi air panas, gas medik, serta pembuangan limbah rumah sakit.
  3. Pencucian hama dengan alat kedokteran dan alat kesehatan yang dilakukan oleh tenaga atau pegawai dalam jabatan fungsional.
  4. Penyediaan air minum, air panas, gas medik dan listrik.

Namun berdasarkan surat keputusan MENKES RI secara garis besar IPSM Dr. Soetomo memiliki kewenangan dalam :

  1. Pemeliharaan sarana rumah sakit
  2. Operator utility
  3. Perencanaan kegiatan pemeliharaan
  4. Pengukuran dan kalibrasi
  5. Manajemen informasi pemeliharaan
  6. Rekayasa dan rancang bangun
  7. Pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan proyek
  8. Pendidikan
  9. Pengamanan fasilitas dan keselamatan kerja

STRUKTUR ORGANISASI RSU Dr. SOETOMO

RSU Dr. Soetomo dipimpin oleh seorang Direktur Rumah Sakit yang membawahi empat Wakil Direktur, yaitu :

1. Wakil Direktur I membawahi bidang Umum dan Keuangan, meliputi :

a. Bagian Umum

b. Bagian Perencanaan Program dan Rekam medik

c. Bagian Penyusunan Anggaran dan Perbendaharaan

d. Bagian Akuntansi dan Mobilisasi Dana

e. Instalasi Pemeliharaan Sarana

f. Instalasi Sanitasi Lingkungan

g. Instalasi Pengamanan dan Penertiban Rumah Sakit

2. Wakil Direktur II membawahi bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, meliputi

a. Bidang Pelayanan Medik

b. Bidang Keperawatan

c. Instalasi Rawat Jalan

d. Instalasi Rawat Inap

e. Instalasi Rawat Darurat

f. Instalasi Rawat Intensif dan Reaminasi

g. Instalasi Bedah Pusat

h. Instalasi Diagnostik dan Terapi Intervensi Kadiovaskuler

i. Instalasi Gigi dan Mulut

3. Wakil Direktur III membawahi bidang Penunjang Medis, meliputi :

a. Bidang Penunjang Medik

b. Instalasi Radiologi

c. Instalasi Farmakologi Klinik

d. Instalasi Rehabilitasi medik

e. Instalasi Farmasi

f. Instalasi Gizi

g. Instalasi Patologi Klinik

h. Instalasi Mikrobiologi Klinik

i. Instalasi Patologi Anatomi

j. Instalasi Transfusi Darah

k. Instalasi Kedokteran Forensik

4. Wakil Direktur IV membawahi bidang Pendidikan dan Penelitian, meliputi :

a. Bidang Pendidikan dan Pelatihan

b. Bidang Penelitian dan Pengembangan

c. Instalasi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit

d. Instalasi Perpustakaan

Dimana bagian, bidang atau instalasi dipimpin oleh seorang Kepala Bagian, Kepala Bidang atau Kepala Instansi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Umum dan Keuangan.

Demikianlah gambaran secara ringkas tentang struktur organisasi di RSU Dr. Soetomo Surabaya, yang berlaku sejak dikeluarkannya Surat keputusan Nomor : 188/4/3664/350/SK/1997.

Sejarah Singkat RSU Dr. Soetomo Surabaya

Rumah Sakit Umum (RSU) Dr.Soetomo Surabaya merupakan salah satu rumah sakit daerah yang berada di bawah pengawasan langsung Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Daerah Tingkat I Jawa Timur. Hal ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Timur No. 9 Tahun 1985. RSU Dr. Soetomo merupakan RSU yang terbesar dan terlengkap di wilayah Indonesia Bagian Timur, sehingga rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi beberapa kasus tertentu yang tidak dapat ditangani oleh rumah sakit lainnya, baik di wilayah Jawa Timur maupun wilayah Indonesia Bagian Timur pada umumnya.

Berdirinya Rumah Sakit ini berkaitan erat dengan kebutuhan sarana kesehatan di masa penjajahan Belanda. Bermula dengan nama Centrale Burgeilyke Zienkenhuis (CBZ) yang berada di jalan Pemuda (pusat kota). Oleh masyarakat Surabaya, Rumah Sakit ini lebih dikenal dengan nama Rumah Sakit Simpang.

Pada tahun 1952 untuk pertama kalinya pemerintah RI memberikan bantuan sehingga Rumah Sakit tersebut dapat berbenah diri sambil berupaya untuk membangun gedung baru di lokasi jalan Dharmahusada. Beberapa instansi telah dipindahkan ke gedung baru tersebut, yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Karang Menjangan. Sejak tahun 1957, Rumah Sakit CBZ berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Pada tahun 1980, sebagai realisasi tata kota dan pertimbangan efisiensi, maka seluruh kegiatan di Rumah Sakit Simpang dipindahkan ke Rumah Sakit Karang Menjangan, sejak saat itu pula rumah sakit di jalan Dharmahusada tersebut resmi bernama Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Untuk mengenang perintisnya dan sebagai pejuang bangsa, maka sebuah patung Dr.Soetomo setengah badan terdapat di muka Rumah Sakit ini.

RSU Dr. Soetomo berdasarkan klasifikasi yang berlaku termasuk Rumah Sakit tipe A. Di Indonesia semua rumah sakit milik pemerintah dapat dibedakan menjadi 4 tipe yaitu :

- Rumah Sakit tipe A

- Rumah Sakit tipe B

- Rumah Sakit tipe C

- Rumah Sakit tipe D

Sebagai rumah sakit tipe A, maka RSU Dr. Soetomo mempunyai fungsi dan tanggung jawab dalam hal :

  1. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  2. Pendidikan Kesehatan

3. Penelitian Kesehatan

Sejarah Singkat Jurusan Teknik Elektromedik Surabaya



  
Pendidikan tenaga teknisi Elektromedik bermula dengan lahirnya Akademi Teknik Rontgen (ATRO) melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 18/Pend/67 tertanggal, 1April 1967 di Jakarta. Latar belakang pemikiran didirikannya akademi ini adalah terutama berdasarkan dirasakannya kebutuhan yang sangat mendesak akan tenaga teknik yang mampu menangani pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan berbagai peralatan radiologi. Pada saat itu terdapat sejumlah besar peralatan-peralatan radiologi dan elektromedik di rumah sakit-rumah sakit pemerintah maupun swasta, namun tenaga pemeliharaannya masih belum tersedia, baru tahun 1971 hingga sekarang menghasilkan lulusan sekitar 700 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini menyebabkan sering terjadi stagnasi dalam pelayanan-pelayanan terhadap pasien apabila terdapat pasien apabila terdapat kerusakan alat, karena ketergantungan kepada tenaga-tenaga asing. Berdasarkan pemikiran bahwa dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan bila kita memiliki tenaga teknisi sendiri dibandingkan dengan membayar tenaga teknisi luar setiap kali ada kerusakan, maka dirasakan perlunya menambah institusi baru untuk mencukupi kebutuhan teknisi elektromedik yang mencetak teknisi elektromedik bagi kebutuhan sendiri.
Pada tahun 1995 penambahan institusi baru ini dirintis dengan bentuk kerjasama ATEM Depkes RI, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Politeknik ITS Surabaya dan P4K dengan nama ATEM Depkes RI Jakarta Kelas Jauh Di Surabaya yang berlokasi di Akademi Perawatan (Program Anastesi) Surabaya, dengan mahasiswa yang berasal dari tugas belajar. Dengan menunjuk Keputusan Menteri Kesehatan Cq. No. HK.00.06.1.1.620. Tahun 1997 nama tersebut dirubah menjadi Akademi Teknik Elektromedik Depkes. RI. Surabaya dengan mengangkat seorang Direktur, asal mahasiswa bertambah dari jalur khusus dan jalur umum. Status akademi ini adalah sebagai Akademi Kedinasan milik Pemerintah yaitu Departemen Kesehatan, namun tidak terlepas dari pembinaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuan akhirnya adalah penyempurnaan dan meningkatkan sistem pelayanan kesehatan pada setiap tingkat pelayanan kesehatan khususnya dalam menjamin kesiapan peralatan kesehatan, sekaligus mengembangkan teknologi di bidang peralatan kesehatan. Pada tahun 2001 nama akademik Teknik Elektromedik Surabaya berubah menjadi Jurusan Teknik Elektromedik di bawah naungan Politeknik Kesehatan Surabaya sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1207/Menkes/SK/XI/2001, tanggal 12 Nopember 2001 tentang Pembentukan Politeknik Kesehatan Malang, Palangkaraya, Jakarta, Surabaya, Banda Aceh, Ambon dan Ternate. Hingga Saat ini Jurusan Elektromedik Surabaya merupakan salah satu lembaga pendidikan pemerintah yang menyelenggarakan pendidikan tenaga elektromedik dengan jenjang Diploma III atau Sarjana Muda selain Jurusan Teknik Elektromedik Jakarta.

Politeknik Kesehatan Surabaya

Karena Jurusan Teknik Elektromedik Surabaya berada di bawah naungan Politeknik Kesehatan Surabaya maka penulis akan membahas tentang Politeknik Kesehatan Surabaya secara sekilas.

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan kualitas bangsa yang maju dan mandiri. Dengan dicanangkannya Gerakan Pembangunan Nasional berwawasan kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010, Politeknik Kesehatan Surabaya ikut terpanggil guna menghasilkan Tenaga Kesehatan yang terampil, bermutu dalam jenis dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat oleh mutu pelayanan kesehatan.

Tujuan pendidikan Politeknik Kesehatan Surabaya merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yaitu: menghasilkan tenaga Ahli Madya Kesehatan sebagai tenaga profesional yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berjiwa Pancasila, berperilaku, berperibahasa, berperiakal, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan kemajuan IPTEK serta tanggap terhadap berbagai masalah di masyarakat. Dalam PP No.60/1999 tentang Pendidikan Tinggi, Tujuan Pendidikan Tinggi adalah :

1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau memperkaya tentang pengetahuan IPTEK.

2. Mengembangkan dan menyebarluaskan IPTEK, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Adapun Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Surabaya adalah sebagai berikut:

VISI : Kemandirian dan Profesionalisme Ahli Madya Kesehatan Tahun 2005.

MISI :

  1. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Pengembangan Kurikulum
  3. Peningkatan Sarana dan Prasarana Mitra Kerja
  4. Memperluas hubungan mitra kerja baik Regional, Nasional maupun Internasional
  5. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
  6. Pengembangan Program Studi

Jurusan Teknik Elektromedik Politeknik Kesehatan Surabaya pada dasarnya diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan program pembangunan khususnya dalam pelayanan kesehatan yang cukup luas jenis maupun kegunaannya. Sebagai salah satu institusi yang unik, maka Jurusan Teknik Elektromedik harus dapat mengupayakan sendiri bentuk kurikulum akademis yang paling tepat dan sesuai, guna memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu kurikulum di Jurusan Teknik Elektromedik harus selalu dinamis dan mampu menyesuaikan dirinya dengan perubahan-perubahan lingkungannya, baik intern civitas akademika maupun dalam masyarakat pemakai jasanya.

Perkembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat, tendensi ke arah deregulasi industri pelayanan kesehatan yang mendorong timbulnya persaingan pada rumah sakit-rumah sakit, pola hidup dan tuntutan masyarakat modern akan segal sesuatu yang serba menonjol dan membudaya. Namun di pihak lain, terbatasnya jumlah dan kemampuan tenaga-tenaga teknisi elektromedik sulit mengejar dan menyerap kemajuan teknologi tersebut. Untuk itu Jurusan Teknik Elektromedik berkewajiban untuk menciptakan tenaga-tenaga teknisi elektromedik agar dapat berdaya guna maksimal. Di samping ketrampilan profesional ini, lulusannya juga diharapkan memiliki rasa etis tinggi dan berjiwa nasional dalam peranannya selaku petugas kesehatan.

Sejarah Singkat Politeknik Kesehatan Surabaya

Pusat Pendidikan Tenag Kesehatan (Pusdiknakes) Departemen Kesehatan RI membuka dan melaksanakan pendidikan kedinasan bidang kesehatan, baik dalam Jenjang Pendidikan Menengah (JPM), seperti Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Sekolah Bidan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK), Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), dan lain-liannya, maupun Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) seperti: Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Teknik Elektromedik (ATEM).

Sekitar tahun 1989 sekolah-sekolah Departemen Kesehatan yang tergabung pada Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) yang disebut akademi atau seperti Sekolah Perawat dan Bisan, dikonversi menjadi Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan menjadi Akademi Analis Kesehatan, Sekolah Pengatur Rawat Gigi menjadi Akademi Kesehatan Gigi.

Sekolah-sekolah Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) yang dikonversi menjadi Jenjang Pendidikan Pendidikan Tinggi (JPT) kemungkinan untuk melembaga dirasakan banyak kesulitan. Oleh karena itu, salah satu pencegahan terbaik saat itu agar efektif dan efisien, maka Departemen Kesehatan RI melalui Pusdiknakes mengembangkan Kelembagaan Institusi Akademi menjadi Politeknik Kesehatan (Poltekkes), termasuk di antaranya adalah 13 Akademi Kesehatan yang ada di Jawa Timur melembaga menjadi Poltekkes Surabaya, sesuai dengan Surat Keputusan Menkes-Kesos No. 1207/MENKES-KESOS/SK2001 tanggal 12 November 2001, maka antara lian:

A. AKADEMI KEPERAWATAN menjadi JURUSAN KEPERAWATAN

  1. AKPER Soetomo menjadi Program Studi Keperawatan Soetomo
  2. AKPER Sutopo menjadi Program Studi Keperawatan Sutopo
  3. AKPER Anestesi menjadi Program Studi Keperawatan Anestesi
  4. AKPER Sidoarjo menjadi Program Studi Keperawatan Sidoarjo
  5. AKPER Tuban menjadi Program Studi Keperawatan Tuban

B. AKADEMI KEBIDANAN menjadi JURUSAN KEBIDANAN

  1. AKBID Soetomo menjadi Program Studi Kebidanan Soetomo
  2. AKBID Bangkalan menjadi Program Studi Kebidanan Bangkalan
  3. AKBID Magetan menjadi Program Studi Kebidanan Magetan

C. AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN menjadi JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

  1. AKL Surabaya menjadi Program Studi Kesehatan Lingkungan Surabaya
  2. AKL Madiun menjadi Program Studi Kesehatan Lingkungan Madiun

D. AKADEMI TEKNIK ELEKTROMEDIK menjadi JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

E. AKADEMI KESEHATAN GIGI menjadi JURUSAN KESEHATAN GIGI

F. AKADEMI ANALIS KESEHATAN menjadi JURUSAN ANALIS KESEHATAN

melembaga menjadi POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA

DASAR PENYELENGGARAAN :

  1. Undang-Undang No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
  3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.00.06.3.1.0476 A tahun 1997 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pendidikan Diploma III Kesehatan.
  4. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.00.06.3.1.0476 A tanggal 14 Februari 1997 tentang Pedoman Pelaksanaan Administratif Dan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Tenaga Kesehatan Jenjang Pendidikan Menengah Dan Pendidikan Tinggi Program Diploma III.
  5. Ketentuan Penyelenggaraan Program Pendidikan Diploma Kesehatan, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 1999.
  6. Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 239/U/1999 tentang Kurikulum Yang Berlaku Secara Nasional Program III Keperawatan.
  7. Keputusan Mendiknas RI Nomor: 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Dan Penilaian Hasil Belajar.
  8. Keputusan Menkes-Kesos RI Nomor : 298/MENKES-KESOS/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan.
  9. Keputusan Menkes-Kesos RI Nomor : 1207/MENKES-KESOS/SK/XI/2001 tanggal 12 Nopember 2001 tentang Pembentukan Politeknik Kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, dan Ternate.

Sejarah Singkat Jurusan Teknik Elektromedik Jakarta





Pendidikan Teknik Elektromedik adalah program pendidikan satu-satunya yang mempunyai unggulan mendidik mahasiswanya mengenai tenik peralatan kedokteran yang berisikan materi-materi teknik peralatan surgery, life support, diagnose, radiologi, laboratorium, terapi, kalibrasi yang mendapat  dukungan dari seluruh pihak yang menggunakan jasa lulusan teknik elektromedik, serta kurikulum yang disusun sesuai dengan kompetensi yang diharapkan oleh pengguna jasa lulusan teknik elektromedik dan disyahkan penggunaannya oleh unit pelaksana teknis ( UPT) Badan PPSDM, yaitu pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Jurusan Teknik Elektromedik pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II merupakan Pendidikan Teknik Elektromedik yang tertua di Indonesia  berdiri tahun 1967  yang bernama Akademi Teknik Rontgen (ATRO) melalui SK  Menteri Kesehatan RI No. 18 Pend.67 tertanggal 1 April 1967.

Tahun 1975 berubah menjadi Akademi Teknik Rontgen – Elektromedik (ATRO-EM). Tahun 1990 berubah menjadi Akademi Teknik Elektromedik (ATEM). Dan tahun 2002 dengan terbentuknya Politeknik Kesehatan Jakarata II, ATEM menjadi jurusan Teknik Elektromedik Politeknik Kesehatan Jakarata II.   Jurusan Teknik Elektromedik pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II menyelenggaraan pendidikan program diploma III sejak tahun 1967

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner