Memperingati tanggal 24 Maret sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.
Memperingati tanggal 24 Maret sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.
Rumah Sakit Dr. Soetomo merupakan Rumah sakit terbesar di kawasan timur
Sebelum tahun 1976 instalasi ini memiliki nama Bagian Pertukangan. Dengan keahlian professional yang belum spesifik, melihat hasil kerja secara keseluruhan dari bagian tersebut, terasa sekali kekurangan yang terdapat pada saat itu yang ditandai dengan belum tertanganinya keseluruhan sarana yang ada, terutama perangkat elektromediknya. Selanjutnya pada tahun 1978, Bagian Pertukangan diubah menjadi Bagian Teknik. Penataan jenis keahlian memberikan keahlian khusus dalam menentukan bidang dan jenis dari seksi yang akan dibentuk dengan prinsip “The Right man in the
1. Seksi Elektronika
2. Seksi Perawat
3. Seksi Listrik
4. Seksi Mesin
5. Seksi Las
6. Seksi Bangunan
Namun semua itu belum mengoptimalkan pekerjaan yang ada untuk dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, oleh karena masih belum mapannya manajemen yang diterapkan pada saat itu.
Kemudian pada tahun 1980 sesudah dua tahun berselang bagian ini memasuki era pemantapan manajemen serta struktur organisasi yang lebih memiliki pembagian secara keahlian dan ketrampilan yang harus dimiliki IPSM setiap rumah sakit, dengan berlandaskan hukum pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No. 061-135-206 yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 134 tahun 1980 tentang penerapan Struktur Organisasi Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit di seluruh Indonesia.
Adapun Surat Keputusan tersebut sebagai berikut :
NO. 061-135-206
TENTANG
PENGESAHAN PERATURAN DAERAH TINGKAT I JAWA
TIMUR
No. 9 TAHUN 1985 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN
TATA
DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR.
Sedangkan acuannya adalah :
134/MENKES/IV/1992
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM
Dengan demikian IPSMRS RSU Dr. Soetomo memiliki tugas dan tanggung jawab untuk :
Namun berdasarkan
RSU Dr. Soetomo dipimpin oleh seorang Direktur Rumah Sakit yang membawahi empat Wakil Direktur, yaitu :
1. Wakil Direktur I membawahi bidang Umum dan Keuangan, meliputi :
a. Bagian Umum
b. Bagian Perencanaan Program dan Rekam medik
c. Bagian Penyusunan Anggaran dan Perbendaharaan
d. Bagian Akuntansi dan Mobilisasi Dana
e. Instalasi Pemeliharaan Sarana
f. Instalasi Sanitasi Lingkungan
g. Instalasi Pengamanan dan Penertiban Rumah Sakit
2. Wakil Direktur II membawahi bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, meliputi
a. Bidang Pelayanan Medik
b. Bidang Keperawatan
c. Instalasi Rawat Jalan
d. Instalasi Rawat Inap
e. Instalasi Rawat Darurat
f. Instalasi Rawat Intensif dan Reaminasi
g. Instalasi Bedah Pusat
h. Instalasi Diagnostik dan Terapi Intervensi Kadiovaskuler
i. Instalasi Gigi dan Mulut
3. Wakil Direktur III membawahi bidang Penunjang Medis, meliputi :
a. Bidang Penunjang Medik
b. Instalasi Radiologi
c. Instalasi Farmakologi Klinik
d. Instalasi Rehabilitasi medik
e. Instalasi Farmasi
f. Instalasi Gizi
g. Instalasi Patologi Klinik
h. Instalasi Mikrobiologi Klinik
i. Instalasi Patologi Anatomi
j. Instalasi Transfusi Darah
k. Instalasi Kedokteran Forensik
4. Wakil Direktur IV membawahi bidang Pendidikan dan Penelitian, meliputi :
a. Bidang Pendidikan dan Pelatihan
b. Bidang Penelitian dan Pengembangan
c. Instalasi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit
d. Instalasi Perpustakaan
Dimana bagian, bidang atau instalasi dipimpin oleh seorang Kepala Bagian, Kepala Bidang atau Kepala Instansi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Umum dan Keuangan.
Demikianlah gambaran secara ringkas tentang struktur organisasi
Rumah Sakit Umum (RSU) Dr.Soetomo Surabaya merupakan salah satu rumah sakit daerah yang berada di bawah pengawasan langsung Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Daerah Tingkat I Jawa Timur. Hal ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Timur No. 9 Tahun 1985. RSU Dr. Soetomo merupakan RSU yang terbesar dan terlengkap di wilayah Indonesia Bagian Timur, sehingga rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi beberapa kasus tertentu yang tidak dapat ditangani oleh rumah sakit lainnya, baik di wilayah Jawa Timur maupun wilayah Indonesia Bagian Timur pada umumnya.
Berdirinya Rumah Sakit ini berkaitan erat dengan kebutuhan sarana kesehatan di masa penjajahan Belanda. Bermula dengan nama Centrale Burgeilyke Zienkenhuis (CBZ) yang berada di jalan Pemuda (pusat
Pada tahun 1952 untuk pertama kalinya pemerintah RI memberikan bantuan sehingga Rumah Sakit tersebut dapat berbenah diri sambil berupaya untuk membangun gedung baru di lokasi jalan Dharmahusada. Beberapa instansi telah dipindahkan ke gedung baru tersebut, yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Karang Menjangan. Sejak tahun 1957, Rumah Sakit CBZ berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Pada tahun 1980, sebagai realisasi tata kota dan pertimbangan efisiensi, maka seluruh kegiatan di Rumah Sakit Simpang dipindahkan ke Rumah Sakit Karang Menjangan, sejak saat itu pula rumah sakit di jalan Dharmahusada tersebut resmi bernama Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Untuk mengenang perintisnya dan sebagai pejuang bangsa, maka sebuah patung Dr.Soetomo setengah badan terdapat di muka Rumah Sakit ini.
RSU Dr. Soetomo berdasarkan klasifikasi yang berlaku termasuk Rumah Sakit tipe A. Di Indonesia semua rumah sakit milik pemerintah dapat dibedakan menjadi 4 tipe yaitu :
- Rumah Sakit tipe A
- Rumah Sakit tipe B
- Rumah Sakit tipe C
- Rumah Sakit tipe D
Sebagai rumah sakit tipe A, maka RSU Dr. Soetomo mempunyai fungsi dan tanggung jawab dalam hal :
3. Penelitian Kesehatan
Karena Jurusan Teknik Elektromedik Surabaya berada di bawah naungan Politeknik Kesehatan Surabaya maka penulis akan membahas tentang Politeknik Kesehatan Surabaya secara sekilas.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan kualitas bangsa yang maju dan mandiri. Dengan dicanangkannya Gerakan Pembangunan Nasional berwawasan kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010, Politeknik Kesehatan Surabaya ikut terpanggil guna menghasilkan Tenaga Kesehatan yang terampil, bermutu dalam jenis dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat oleh mutu pelayanan kesehatan.
Tujuan pendidikan Politeknik Kesehatan Surabaya merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yaitu: menghasilkan tenaga Ahli Madya Kesehatan sebagai tenaga profesional yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berjiwa Pancasila, berperilaku, berperibahasa, berperiakal, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan kemajuan IPTEK serta tanggap terhadap berbagai masalah di masyarakat. Dalam PP No.60/1999 tentang Pendidikan Tinggi, Tujuan Pendidikan Tinggi adalah :
1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau memperkaya tentang pengetahuan IPTEK.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan IPTEK, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Adapun Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Surabaya adalah sebagai berikut:
VISI : Kemandirian dan Profesionalisme Ahli Madya Kesehatan Tahun 2005.
MISI :
Jurusan Teknik Elektromedik Politeknik Kesehatan Surabaya pada dasarnya diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan program pembangunan khususnya dalam pelayanan kesehatan yang cukup luas jenis maupun kegunaannya. Sebagai salah satu institusi yang unik, maka Jurusan Teknik Elektromedik harus dapat mengupayakan sendiri bentuk kurikulum akademis yang paling tepat dan sesuai, guna memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu kurikulum di Jurusan Teknik Elektromedik harus selalu dinamis dan mampu menyesuaikan dirinya dengan perubahan-perubahan lingkungannya, baik intern civitas akademika maupun dalam masyarakat pemakai jasanya.
Perkembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat, tendensi ke arah deregulasi industri pelayanan kesehatan yang mendorong timbulnya persaingan pada rumah sakit-rumah sakit, pola hidup dan tuntutan masyarakat modern akan segal sesuatu yang serba menonjol dan membudaya. Namun di pihak lain, terbatasnya jumlah dan kemampuan tenaga-tenaga teknisi elektromedik sulit mengejar dan menyerap kemajuan teknologi tersebut. Untuk itu Jurusan Teknik Elektromedik berkewajiban untuk menciptakan tenaga-tenaga teknisi elektromedik agar dapat berdaya guna maksimal. Di samping ketrampilan profesional ini, lulusannya juga diharapkan memiliki rasa etis tinggi dan berjiwa nasional dalam peranannya selaku petugas kesehatan.
Sejarah Singkat Politeknik Kesehatan Surabaya
Pusat Pendidikan Tenag Kesehatan (Pusdiknakes) Departemen Kesehatan RI membuka dan melaksanakan pendidikan kedinasan bidang kesehatan, baik dalam Jenjang Pendidikan Menengah (JPM), seperti Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Sekolah Bidan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK), Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), dan lain-liannya, maupun Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) seperti: Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Teknik Elektromedik (ATEM).
Sekitar tahun 1989 sekolah-sekolah Departemen Kesehatan yang tergabung pada Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) yang disebut akademi atau seperti Sekolah Perawat dan Bisan, dikonversi menjadi Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan menjadi Akademi Analis Kesehatan, Sekolah Pengatur Rawat Gigi menjadi Akademi Kesehatan Gigi.
Sekolah-sekolah Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) yang dikonversi menjadi Jenjang Pendidikan Pendidikan Tinggi (JPT) kemungkinan untuk melembaga dirasakan banyak kesulitan. Oleh karena itu, salah satu pencegahan terbaik saat itu agar efektif dan efisien, maka Departemen Kesehatan RI melalui Pusdiknakes mengembangkan Kelembagaan Institusi Akademi menjadi Politeknik Kesehatan (Poltekkes), termasuk di antaranya adalah 13 Akademi Kesehatan yang ada di Jawa Timur melembaga menjadi Poltekkes Surabaya, sesuai dengan Surat Keputusan Menkes-Kesos No. 1207/MENKES-KESOS/SK2001 tanggal 12 November 2001, maka antara lian:
A. AKADEMI KEPERAWATAN menjadi JURUSAN KEPERAWATAN
B. AKADEMI KEBIDANAN menjadi JURUSAN KEBIDANAN
C. AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN menjadi JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
D. AKADEMI TEKNIK ELEKTROMEDIK menjadi JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
E. AKADEMI KESEHATAN GIGI menjadi JURUSAN KESEHATAN GIGI
F. AKADEMI ANALIS KESEHATAN menjadi JURUSAN ANALIS KESEHATAN
melembaga menjadi POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA
DASAR PENYELENGGARAAN :
WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...
Kirim email Anda ke kotak suara di inbox.elektromedik@yahoo.com
Blog ini tidak bertanggung jawab atas kesalahan atas program yang Anda download ataupun sesuatu hal yang berhubungan dengan materi-materi yang ada. Terima kasih atas saran dan kritik yang membangun. Non profit blog.
NO SPAM AND VIOLATED CONTENT
Distributed By Free Blogger Templates | Tum hi ho lyrics | How to get rid of hiccups