Alat Kesehatan yang wajib Anda miliki di Rumah



Hidup sehat berawal dari keluarga dan rumah yang sehat. Selain menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, ada beberapa peralatan kesehatan yang dapat mendukung kesehatan Anda. Peralatan ini dapat Anda gunakan untuk mencegah atau mendeteksi dini faktor risiko terjadinya penyakit. Tidak ada yang bisa membayangkan kapan penyakit akan datang menyerang, bisa jadi penyakit datang saat Anda tidak menyadarinya, itulah mengapa sangat penting untuk Anda menyediakan peralatan kesehatan di rumah, sehingga sangat berguna apabila terjadi keadaan-keadaan darurat. Berikut beberapa alat kesehatan yang sebaiknya ada dan Anda miliki di rumah Anda:

1. Thermometer




Thermometer sebaiknya ada di setiap rumah. Thermometer sangat dibutuhkan saat ada anggota keluarga yang demam. Tidak ada yang tahu kapan akan mengalami demam. Maka Anda sebaiknya selalu menyiapkan termometer di rumah. Terutama bagi Anda yang memiliki bayi atau balita. Dengan mengetahui suhu tubuh dari pengukuran thermometer, Anda akan tahu tindakan apa yang tepat untuk mengatasi demam yang sedang dialami. Kini tersedia aneka jenis thermometer di pasaran yang paling pas untuk mengukur suhu tubuh bayi dan dewasa. Mulai dari thermometer tymphano, digital thermometer, non-contact Forehead thermometer, Artery Temporal Thermometer, dan Thermometer Raksa (sudah tidak direkomendasikan oleh WHO) lihat referensi

Kebanyakan orang beranggapan bahwa suhu tubuh normal berada pada 37 derajat Celcius. Hal ini tidaklah benar sepenuhnya karena suhu normal manusia dapat bervariasi berdasarkan kelompok usia.

Berikut rata – rata ukuran suhu tubuh normal berdasarkan kelompok usia : 
Suhu normal bayi : 36,1 – 37,7 derajat Celcius 
Suhu normal anak : 36,3 – 37,7 derajat Celcius

Suhu normal dewasa : 36,5 – 37,5 derajat celcius

Pemeriksaan suhu tubuh dapat dilakukan di beberapa tempat, yaitu:
1. Ketiak (axila)
2. Mulut
3. Anus

Nilai standar untuk mengetahui batas normal suhu tubuh manusia dibagi menjadi empat, yaitu (wikipedia):
  1. Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36 °C. Untuk mengukur suhu hipotermi diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25 derajat Celcius.
  2. Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36,5 - 37,5 °C
  3. Febris / pireksia / panas, bila suhu tubuh diatas 37,5 - 40 °C
  4. Hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40 °C
Ketika suhu tubuh sudah berada pada rentang kurang dari batas normal, bahkan melebihi/demam, , maka anda wajib melakukan pemeriksaan ke dokter, untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Kebanyakan orang beranggapan bahwa suhu tubuh normal berada pada 37 derajat Celcius. Hal ini tidaklah benar sepenuhnya karena suhu normal manusia dapat bervariasi berdasarkan kelompok usia. Berikut rata – rata ukuran suhu tubuh normal berdasarkan kelompok usia : Suhu normal anak : 36,3 – 37,7 derajat Celcius Suhu normal bayi : 36,1 – 37,7 derajat Celcius Suhu normal dewasa : 36,5 – 37,5 derajat celcius
Bersumber dari: Suhu Tubuh Normal Manusia (Bayi – Dewasa) | Mediskus
2. Timbangan dan pengukur tinggi badan



Berat badan merupakan salah satu ukuran kesehatan seseorang. Anda sebaiknya mengontrol berat badan Anda agar terhindar dari obesitas, yang sering menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Sebelum itu, ketahui dulu berapa berat badan ideal Anda,sesuai dengan tinggi badan dan usia Anda.
Timbangan badan tersedia tipe timbangan badan jarum pegas dan timbangan badan digital.Sedangkan tinggi badan diukur secara manual melalui penggaris atau menggunakan stature meter.

Cara Menghitung Berat  Badan Ideal dengan Rumus BMI

 
Rumus BMI (Body Mass Index) atau biasa juga disebut IMT (Indek Massa Tubuh) menjadi acuan untuk mengetahui berat badan seseorang. Rumus ini memadukan perhitungan antara tinggi dan berat badan seseorang. Sehingga hasilnya akan menjadi berat badan ideal orang tersebut. Berikut ini rumusnya:

    Berat Badan Ideal  = Berat Badan (Kg) : (Tinggi badan x Tinggi badan)

Contoh:  Berat badan anda 50 kg : (1,68 m x 1,68 m) = 45 : 2,82 = 17,0 adalah Nilai BMI anda. 


3. POCT (Point Of Care Testing) Pengukur Kadar Gula, Asam Urat dan Kolesterol Darah

Saat ini banyak di pasaran alat kesehatan POCT (Point Of Care Testing)  dengan pemeriksaan menggunakan strip untuk pemeriksaan penyakit Gula darah, Asam Urat dan Kolesterol Total. Pengambilan sampel darah diambil dari "darah kapiler" ujung jari tangan menggunakan jarum lancet kemudian dibaca oleh alat melalui strip.

Glukometer  Gula Darah berguna untuk mengecek kadar gula darah Anda. Alat yang satu ini juga sebaiknya selalu ada di rumah Anda, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita diabetes melitus. Bagi Anda penderita diabetes atau berisiko tinggi untuk mengalami diabetes, sebaiknya memeriksakan kadar gula darah Anda secara rutin.

Kadar Gula Darah :
    Kadar gula darah puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam sebelumnya):

  •     Normal        = kadar gula < 100 mg/dl
  •     Pre Diabetes    = kadar gula 100-125 mg/dl
  •     Diabetes    = kadar gula > 125 mg/dl
    Kadar gula darah sesaat (saat atau sesudah makan) :
  •     Normal        = kadar gula < 140 mg/dl
  •     Pre Diabetes    = kadar gula 140-200 mg/dl
  •     Diabetes    = kadar gula > 200 mg/dl
Urid Acid Test Asam Urat berguna untuk mengecek kadar asam urat darah Anda. Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Asam urat merupakan kondisi dimana tubuh memiliki senyawa asam urat dalam jumlah banyak. Sakit asam urat tinggi terjadi karena kesalahan dalam menjaga kesehatan tubuh untuk mengontrol kadar asam urat dalam darah. ada standar kadar asam urat yang dimiliki oleh tubuh, yang harus dijaga. 5.5 mg/dl adalah batas maksimal dari kadar normal asam urat, karena itu akan lebih baik jika berada dibawah angka tersebut.

Bahan dasar asam urat adalah purin. Apabila jumlah purin dalam tubuh terlalu banyak, kelebihannya akan diubah menjadi asam urat. Proses pengubahan purin menjadi asam urat ini melibatkan enzim yang disebut xantin oxidase. Enzim inilah yang bertugas membuang dalam bentuk asam urat. Bila telah terbentuk asam urat, tubuh secara otomatis akan mengeluarkannya melalui urine.


Kadar Asam Urat :

  • Pada pria dewasa nilai normal asam urat adalah 2 – 7,5 mg/dL, sedangkan pada wanita dewasa 2 – 6,5 mg/dL. 
  • Pada pria di atas 40 tahun, normalnya 2-8,5 mg/dL, sedangkan pada wanita di atas 40 tahun, 2-8 mg/dL. 
  • Pada anak laki-laki usia 10-18 tahun nilai normal asam urat adalah 3,6-5,5 mg/dL, sedangkan pada anak perempuan 3,6 dan 4 mg/dL.
Cholesterol Total Test berguna untuk mengecek kadar kolesterol darah Anda. Kolesterol adalah lemak tubuh yang di hasilkan oleh organ hati. Kolesterol yang menimbulkan penyakit adalah kolesterol yang telah melampui batas kadar normal kolesterol. Ukuran atau jumlah kolesterol yang berlebihan dalam darah inilah yang menyebabkan penyakit lain yang menyerang tubuh seperti jantung, stroke dan berbagai penyakit lain akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Ukuran kadar kolesterol normal menurut WHO
  • Kurang dari 200 mg/dL, ukuran ini merupakan takaran kadar kolesterol yang normal. Artinya jumlah kadar kolesterol LDL, HDL, serta Trigliselida masih kurang dari angka 200 mg/dL. Jika hal itu terjadi maka resiko terkena penyakit jangtung akan semakin tipis atau sedikit.
  • Berada pada angka 200 – 239 mg/dL, ukuran ini masih tergolong kolesterol cukup.
  • Lebih dari ukuran 240 mg/dL merupakan ukuran kadar kolesterol yang tinggi, hal ini dapat memicu penyakit jantung korener.
4. Pengukur lingkar pinggang



Selain berat badan, lingkar pinggang juga menjadi salah satu gambaran kesehatan Anda secara menyeluruh. Ukur lingkar pinggang Anda dengan pita meteran pengukur lingkar pinggang dan perut secara berkala agar Anda dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Banyak penyakit yang ditimbulkan akibat perut yang buncit.



Mengapa lingkar pinggang penting diperhatikan? Sebab, distribusi lemak tubuh yang paling dominan adalah pada perut, pinggang dan pinggul. Jaringan lemak lebih banyak di perut, sehingga deposit lemak lebih banyak di bagian tersebut. Jika lemak sudah menumpuk di tubuh bagian tengah, umumnya dapat terjadi obesitas abdonimal (sentral). Kondisi ini lebih berbahaya, daripada obesitas keseluruhan, karena bagian perut merupakan sentral atau pusat fungsi organ-organ tubuh. Jika bagian sentral terganggu, otomatis dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh.


5. Tensimeter
 
 
Selain gula darah asam urat dan kolesterol, tekanan darah juga wajib untuk diperiksa secara berkala. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Padahal tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan mata, dll. Yang perlu diwaspadai adalah ketika Anda mempunyai gejala hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Alat kesehatan tensimeter terdapat jenis tensimeter aneroid/ jarum, tensimeter digital dan tensimeter raksa (sudah tidak direkomendasikan oleh WHO) lihat referensi

Pengukuran tekanan darah dicatat dalam dua parameter, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada dinding arteri selama jantung berdetak memompa darah keluar dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan yang diberikan oleh darah pada dinding arteri antara jantung berdetak yaitu saat jantung tidak berkontraksi (fase  ketika jantung rileks dan isi ulang dengan darah).



Tekanan Darah Berdasarkan Usia


Sebuah pembacaan 120/80 mmHg dianggap "normal" karena pada tekanan ini tubuh manusia berada pada risiko minimal penyakit jantung atau stroke. Sebuah tekanan 120/80 mm Hg optimal untuk memastikan berbagai jaringan dan organ dalam tubuh tetap baik ditransfusikan dan oksigen (tanpa menyebabkan cedera yang tak diinginkan).

6. Pulse Oximetry

Pulse oximetry digunakan untuk mengukur kadar oksigen (atau kepekatan oksigen) saturasi oksigen dalam darah tanpa perlu memasukkan alat apa pun ke dalam tubuh/ non invasif. Pulse oximetery akan mengukur kadar hemoglobin dalam darah dan detak jantung. Pulse oximetry diperlukan untuk pemeriksaan kegawat daruratan seperti penyakit jantung, kejang, keracunan oksigen, dll.

Cara penggunaan pulse oximetry adalah dengan cara salah satu jari tangan pasien dipasang pada penjepit khusus yang terdapat sensor infra-red yang sangat sensitif untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah sekaligus pengukur detak jantung pasien yang dapat dilihat pada layar monitor (LED) alat. 

Kadar Hemoglobin/ saturasi SPO2 dalam darah adalah
  • Batas Normal pada rate 95 - 100 % 
  • Pemeriksaan ulang laboratorium pada rate = atau kurang dari < 92 %
  • Tubuh kekurangan kadar oksigen/ hypoxia pada rate 88 - 94 %
  • Menunjukkan keracunan gas karbon monoksida atau sianida pada rate lebih dari 100 %
 Detak jantung pada pengukuran pulse oximetry (bpm)



Demikian peralatan kesehatan yang ada disarankan dan wajib Anda miliki di rumah yang dapat Anda gunakan untuk mencegah atau mendeteksi dini faktor risiko terjadinya penyakit. Tetapi peralatan kesehatan ini adalah alat bantu spesifikasi khusus untuk rumah tangga. Terkait dengan penegakan diagnosis tentang jenis penyakit dan  penanganan medis yang diberikan, serta prognosis dari suatu penyakit atau kondisi medis pasien adalah dari tenaga medis dan dokter. 

Peralatan kesehatan disini adalah salah satu usaha medis di rumah untuk pencegahan dan pendeteksian dini, dan tidak terlepas dari kondisi pasien sendiri.  Dimana peralatan kesehatan rumah tangga ini seharusnya perlu dikalibrasi dan dilakukan pemeliharaan. Sehingga peralatan kesehatan hanya sebagai alat bantu dan pendamping untuk pemeriksaan medis lebih lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pada satu kondisi ekspektasi benar-benar tidak dapat disamakan bila terjadi pada pasien yang berbeda. Bahkan bila terjadi pada pasien yang sama namun pada waktu yang berbeda pun kondisinya medis sudah tidak bisa sama. Paling tidak dengan peralatan kesehatan yang ada di rumah sudah membantu dokter pada informasi awal penyakit pasien dan gambaran diagnosis selanjutnya.

Pasien terkadang mendapatkan informasi dari tempat yang tidak jelas, tidak bertanggung jawab, atau tidak didasari oleh ilmu kedokteran sama sekali.  Misalnya dengan istilah “katanya” atau “kata orang”, yang mungkin pernah mengalami hal yang mirip. Informasi ini bisa didapat dari keluarga, teman, iklan di media, pemberitaan media, bahkan iklan-iklan pengobatan alternatif.  Hal seperti ini dapat memberikan ekspektasi yang tidak realistik dari pasien.

Dan proses penegakan diagnosis membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Terkadang dokter harus menegakkan suatu diagnosis pada kerja awal agar dapat segera memberikan penanganan secepatnya pada pasien, sehingga mengidentifikasi kemungkinan jenis penyakit atau kelainan tubuh. 
Yang menjadi catatan utama dan terpenting adalah anamnesis dokter untuk keberhasilan diagnosis penyakit dari keluhan utama penyakit pasien yang menjadi sebab atau penyebab si pasien berobat atau masuk ke rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.

Di fasilitas kesehatan pasien mungkin akan mendapatkan pemeriksaan yang lebih spesifik melalui pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menentukan diagnosis antara lain : pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan foto rontgen, pemeriksaan USG [ultra sonografi], pemeriksaan CT Scan, pemeriksaan MRI dan masih banyak lagi pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan untuk membantu dalam menentukan diagnosis penyakit.


WORKSHOP REGIONAL IKATEMI PELATIHAN PEMELIHARAAN, PERBAIKAN DAN KALIBRASI PERALATAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK) DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI (AKI/AKB), DPC IKATEMI TEGAL



 



Dalam rangka upaya peningkatan mutu tenaga elektromedis, IKATEMI DPC Tegal bermaksud menyelenggarakan Workshop Regional dengan tema “Pelatihan Pemeliharaan, Perbaikan dan Kalibrasi Peralatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB)” yang akan diselenggarakan pada :

Hari/ Tanggal : Jumat- minggu / 5 – 7 Mei 2017
Tempat : Grand Dian Hotel Brebes Jl. Jendral Sudirman No. 20 Brebes
Investasi : Rp. 2.500.000,-

Cashback 10% pendaftaran sebelum 15 Maret 2017. Tempat terbatas





Narasumber :
1. Ir. Sadikin Sadek, M. Kes (Direktur Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT, Kementerian Kesehatan RI)
2. Agus Komarudin, MT (Ketua Umum IKATEMI)
3. dr, Khaerudin Bakhri, M.Kes (Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes)
4. Profesional Elektromedis, principal & supplier alkes

Nilai Kredit 6 SKP

Kontak Person :
Lisa Mariana 0858 4208 4235
Auliawan fii 0857 2610 0100
Meliana 0857 2946 1310
Dedy 0821 3501 0632

Masukkan kata kunci pencarian Anda :

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner