Alat Kesehatan Rusak Berdampak Langsung Pada Mutu Pelayanan di Rumah Sakit

Infant Warmer Ruangan Bayi

Definisi pelayanan kesehatan menurut Depkes RI (2009) adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat.
Gambar di atas adalah alat infant warmer bayi yang digunakan untuk menghangatkan bayi. Seharusnya 1 alat infant warmer idealnya digunakan untuk 1 bayi, tetapi karena keterbatasan peralatan kesehatan di rumah sakit, makanya bayinya disusun "pepes pindang" seperti di atas, harap dimaklumi, hal tersebut sudah dianggap maklum dan menjadi hal yang wajar ditemui di beberapa rumah sakit pemerintah.

Nah apa yang saya mau bahas disini adalah tentang bahasan bagaimana jika alat kesehatan rusak dan dampak langsungnya pada mutu pelayanan rumah sakit.

Kasus Permasalahan :
Admin mengambil contoh alat kesehatan teknologi menengah misalnya infant warmer dengan CPAP yang digunakan untuk pelayanan kegawatdaruratan dan observasi pasien bayi, mengalami kerusakan tidak panas padahal sudah dinyalakan dan disetting, terdapat kode error E-22, dimana setelah dilakukan pengecekan dan troubleshooting oleh teknisi elektromedis diketahui pada part thermal heater dan power supply blok modul, direkomendasikan untuk penggantian part karena sparepart unit tersebut sudah rusak.

Tindak Lanjut :
  1. Teknisi Elektromedis membuat service report hasil pengecekan unit infant warmer tersebut, ditandatangani oleh perawat/Kepala Ruangan, dengan rekomendasi penggantian part.  Teknisi Elektromedis juga menyampaikan selama proses perbaikan maka unit infant warmer tersebut tidak bisa dipakai karena rusak. Unit infant warmer bisa disimpan di ruangan atau di workshop Elektromedis sampai dengan adanya perbaikan.
  2. Teknisi Elektromedis menghubungi vendor distributor unit alat untuk menanyakan sparepart thermal heater dan power supply blok modul infant warmer yang rusak tersebut untuk penawaran perbaikan. Apakah sparepartnya ready atau inden ? Bergaransi atau tidak ?
  3. Teknisi Elektromedis mengusulkan melalui surat usulan pada manajemen rumah sakit untuk perbaikan unit infant warmer dilampirkan penawaran perbaikan dari vendor distributor unit alat
  4. Selanjutnya berproses melalui surat telaahan di manajemen sampai dengan adanya pengadaan perbaikan unit alat kesehatan tersebut
Permasalahan :

Dari Sisi Unit Pelayanan 
  1. Dengan keterbatasan jumlah infant warmer di ruangan bayi, maka bayi baru lahir yang memerlukan alat infant warmer tidak bisa dilayani, ini sudah masuk ke ranah klinis dan pelayanan pasien
  2. Kepala ruangan/perawat blamming, menyalahkan teknisi elektromedis yang dinilai bekerja lambat dalam penyelesaian perbaikan, sehingga pelayanan terganggu
  3. Kepala ruangan/perawat mempertanyakan kapan perbaikan infant warmer yang dimaksud bisa selesai untuk segera dipakai kembali pelayanan
  4. Idem, dokter spesialis anak ruangannya juga ikut marah-marah, hadeh...
 Dari Sisi Teknisi Elektromedis
  1. Teknisi Elektromedis sudah melaksanakan pengecekan dan troubleshooting pada unit infant warmer dan diketahui memerlukan penggantian part thermal heater dan power supply blok modul, sudah diusulkan kepada manajemen rumah sakit melalui surat usulan
  2. Surat usulan telaahan berproses ............
  3. Rupanya setelah 1 sd 3 bulan difollow up surat usulan telaahan tersebut belum ada jawaban dari manajemen, sehingga belum bisa dilakukan perbaikan.
  4. Seharusnya sesuai dengan SOP pelayanan ruangan yang dimaksud sudah mempunyai SOP emergency tindakan khusus menghadapi alat infant warmer yang rusak tersebut, apakah dengan merujuk pasien yang memerlukan infant warmer tersebut ataupun membatasi kuota penerimaan pasien.
  5. Tindakan perbaikan tidak dibarengi dengan sinergisitas manajemen yang tidak melihat prioritas pada pelayanan, sehingga mutu pelayanan di ruangan bayi rumah sakit terganggu. Seharusnya usulan perbaikan yang sudah diusulkan dibahas untuk tindak lanjut secara cepat.
  6. Manajemen rumah sakit tidak melakukan kajian jumlah daya tampung pasien dengan kebutuhan sarana prasarana untuk pelayanan kepada pasien, sehingga saat unit infatn warmer rusak dan cuma satu-satunya alat maka tidak ada backup unit
Pembahasan :

Itu adalah salah satu kasus dari banyak kasus yang ada di beberapa rumah sakit tentang alat-alat kesehatan yang rusak. Dimana peran serta unit pelayanan, teknisi elektromedis dan manajemen adalah satu organisasi pelayanan rumah sakit, sinergi dan koordinasi dibutuhkan untuk menciptakan mutu pelayanan kesehatan kepada pasien yang baik.

Contoh kasus di atas juga berlaku untuk kerusakan alat-alat kesehatan yang lain dari teknologi sederhana, menengah dan teknologi tinggi. CT Scan, USG, Anastesi Mesin, CTG, ECG, Ventilator, dll

Yang sering ditemui di lapangan, unit pelayanannya sudah melaporkan dan kooperatif, teknisi elektromedis sudah melakukan tugasnya pengecekan dan troubleshooting tetapi karena terkendala penggantian sparepart dan hal tersebut sudah diusulkan ke manajemen, sampai dokter spesialisnya menanyakan ke group sosmed jajaran manajemen kunjung tidak ada jawaban. Serba bingung semuanya.

Nanti kalau sudah ramai, baru deh disposisi keluar, telaahan dan jawaban keluar. Baru alat kesehatan bisa diperbaiki.

Nah, hal tersebut juga banyak lainnya yang macet pada prioritas pemeliharaan alat kesehatan teknologi tinggi dan lifesupport yang memerlukan kontrak service, usulan kalibrasi alat kesehatan, usulan pengadaan sparepart cadangan berkala, usulan alat kerja alat kalibrasi internal, usulan tempat kerja workshop, usulan pengadaan SDM Elektromedis sesuai Anjab ABK Elektromedis ada yang tidak mendapat jawaban pasti, maka harap dimaklumi jika ada keterbatasan pada penyelesaian pemeliharaan dan perbaikan alat kesehatan.

Semoga bisa berubah setelah Akreditasi, Amin.



Anda bisa juga membaca :



Review RS Online Dengan Pengisian ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alkes) KEMENKES RI





 Tutorial ASPAK Youtube

ASPAK adalah  Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alkes. Aplikasi pengelolaan data sarana, prasarana, rumah sakit dan fasilitas kesehatan. 
  • Agar seluruh rumah sakit (RSUD/RS TNI/Rs Polri/ RS Swasta) wajib memperbarui data terkini secara lengkap semua aspek/ komponen pada aplikasi RS Online (versi terbaru) dan   Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alkes (ASPAK)
  • Data dukung yang juga dikirimkan : Dokumen profil RS, SIP dokter dan tenaga kesehatan lainnya, izin operasional yang masih berlaku, sertifikat akreditasi dan lainnya dalam bentuk soft copy (format pdf) atau hard copy ke Kementrian Kesehatan paling lambat tanggal 26 Oktober 2018 (tanggal pengiriman) melalui alamat :
Subdit Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan RS,
Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan.
H.R.Rasuna Said  Kav X5 No. 4-9
Gedung Adhiatma Blok C Lantai 4, Ruang 409
Contac Person dr. Ria Aprianti : 087882354634,
Prima Ardian, M.Kep : 085640499338
email : reviewkelas2018@gmail.com
  • Penilaian review kelas untuk semua Rumah Sakit akan menggunakan data yang ada di Aplikasi RS Online, ASPAK dan Sumber lainnya.
Seharusnya yang mengisi data ASPAK ini adalah Pengurus Barang/ Bagian Umum Rumah Tangga/ Aset. Tetapi mengingat Direktur memberi instruksi dan surat tugas kepada elektromedis untuk membantu melakukan croscek dan re-inventarisasi khusus Alkes, kami bantu melakukan pengecekan data alkes yang dimaksud ke lapangan. Walaupun tidak semua elektromedis tahu terutama tentang item instrumen-instrumen bedah/tindakan, karena memang di mata kuliah elektromedis tidak ada tentang instrumen-instrumen bedah/tindakan. Instrumen-instrumen bedah/tindakan tidak termasuk alat kesehatan Elektromedik. Alat elektromedik, adalah alat kerja yang digunakan dalam pelayanan medik yang dikelompokkan dalam teknologi sederhana, menengah dan tinggi (Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 19 Tahun 2003 Tentang Jabatan Fungsional Teknisi Elektromedis Pasal 1 No 3). Alat elektromedik adalah alat kesehatan yang menggunakan catu daya listrik (Peraturan     Menteri    Kesehatan    RI  No.  45  tahun   2015  tentang    Izin  dan  Penyelenggaraan Praktik   Elektromedis). Saya sudah jelaskan disini

Menurut siklus alat kesehatan, alur pengadaan dan pendistribusian barang termasuk alkes, elektromedis dan ipsrs tidak mengetahui dimana posisi/peruntukan alkes, karena elektromedis dan ipsrs tidak selalu mendapatkan tembusan distribusi surat serah terima barang ke ruangan, atau barang dibeli yang sudah teraset. Elektromedis dan ipsrs melakukan pemeliharaan dan perbaikan setelah garansi alat kesehatan yang dimaksud habis, biasanya 1 tahun. Di lain hal, tidak semua elektromedis dan ipsrs dilibatkan pada proses pengadaan alkes.

Maka data aset paling valid berada di bagian Pengurus Barang/ Bagian Umum Rumah Tangga/ Aset dengan melakukan pengecekan KIB (Kartu Inventaris Barang) masing-masing ruangan. 

Dinamika yang berkembang di lapangan selalu tentang validitas Aset. Maka dari itu semakin sering dilakukan re-inventarisasi maka semakin valid data yang diperoleh. Untuk itu memerlukan Sistem Aset Manajemen Rumah Sakit (SAMRS) yang terintegrasi. 

Apa yang kami lakukan sebagai elektromedis dalam croscek Alkes di lapangan akan kami sharing, juga sebagai saran untuk aplikasi ASPAK yang dijadikan salah satu komponen Review RS Online. Di antaranya :
  • Terimakasih kepada Kementerian Kesehatan melalui ASPAK dan Permenkes No. 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit. Diketahui bahwa ada standard ruangan yang sesuai sudah dan ditentukan peruntukan pelayanan dan peralatan yang wajib dimiliki. Masih banyak ditemui di Rumah Sakit, Ruangan Sarana Prasarana yang belum lengkap atau tidak ada. Saya ambil contoh Ruangan IPSRS, warna merah berarti ruangan tersebut belum ada.


  • Sama dengan di atas, tetapi berkisar tentang kelengkapan alat kesehatan yang tidak ada/ belum lengkap
  • Saat melakukan pengecekan di sarana IGD (Instalasi gawat Darurat) tidak diketemukannya IGD PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) padahal di lapangan, diketahui ada ruangan tersebut dan ada pelayanannya. Tidak bisa juga menambah ruangan maupun mengaktifkan sarana yang dimaksud.



  • Untuk input data kalibrasi Alkes tidak bisa dilakukan karena format input data belum benar. Data input yang ada di ASPAK seperti melakukan pengajuan kalibrasi. No Sertifikat kalibrasi dan tanggal kalibrasi sudah ada tetapi tidak bisa diinput. Yang ada malahan tanggal request dan no order. Kami sudah juga melakukan klik ke >>> Wajib Dikalibrasi. Tetapi di halaman tersebut adalah preview dari halaman input status permohonan. Saran sebaiknya diganti menjadi status kalibrasi input data. Mohon tanggapan admin.


  • Untuk halaman pelaporan mengenai laporan KTD pada suatu Alkes di RS sudah sangat baik, hal tersebut juga mendorong tentang kesadaran safety pasien dan K3RS di pelayanan kesehatan.
  • Untuk mencapai hasil kelengkapan Sarana Prasarana dan Alkes yang baik, nilai 100. Maka kami harapkan untuk disosialisasikan kembali tentang Permenkes No. 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit ke masing-masing Ruangan dan manajemen yang terkait. Masih ditemui kurangnya kelengkapan Alkes di lapangan, ada juga ruangan yang tidak mengerti apa saja Alkes yang harus dilengkapi dan bahwa sudah ada standard alkes menurut Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit Permenkes
  • Input inventaris Alkes sudah baik sesuai dengan tutorial, sangat mudah dimengerti, sudah tersedia kolom no seri, merk, tipe, foto alat, kondisi alat, distributor, no AKL/AKD, tahun pendanaan, sumber pengadaan, harga perolehan dan keterangan
     
  • Pengurus Barang/ Bagian Umum Rumah Tangga/ Aset dan Rumah Sakit umumnya kesulitan untuk melakukan croscek data secara valid jika tidak mempunyai SAMRS (Sistim Aset Manajemen Rumah Sakit) sendiri internal satu pintu, terutama di rumah sakit pemerintah yang sumber pendanaan pengadaan alat ada macam-macam dan menggunakkan aplikasi yang berbeda pula, misal SIMDA, SIMBAPER, SIMAK-BMN, SIMAN, dll. Untuk mencapai data aset dan KIB yang valid dan update, sangat direkomendasikan Rumah Sakit mempunyai sendiri SAMRS (Sistim Aset Manajemen Rumah Sakit)
Demikian kiranya bermanfaat

ASPAK http://aspak.net/aplikasi/
Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor : HK.02.02/III/4776/2018 tentang Review Kelas Rumah Sakit
Surat Edaran Nomor : HK.02.02/V/1243/2018 tentang Pengisian Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta
Reviu Kelas Rumah Sakit, Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan 2018 

 
Masukkan kata kunci pencarian Anda :

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner