Universal Precaution at Disinfeksi


Universal Precaution (kewaspadaan umum) pada infeksi mukosa sangatlah penting. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya pada artikel saya salah satu upaya pencegahan adalah mencuci tangan yang benar. Bagaimana kita tahu ada kuman atau bakteri yang menempel pada tangan kita ? Mencegah lebih baik bukan ?

Infection control juga dapat ditilik pada alat yang digunakan apakah sudah dilengkapi dengan fitur disinfeksi juga tidak ? Apa tidak lucu, karena kita berobat dan memakai suatu alat kesehatan, malah kita ketularan dari alat tersebut. Saya menyebutkan alat kesehatan itu banyak macamnya, termasuk instrumennya juga lho, khan ada yang disposable ada juga yang bisa disterilkan ulang.

So, apa itu Disinfeksi ?
Adalah suatu proses yang bertujuan membunuh atau menghilangkan organisme mikro yang paling patogen kecuali spora bakteri. Prosedur disinfeksi tidak boleh diterapkan jika kesterilan diperlukan, karena ada prosedur tersendiri untuk sterilisasi.
Disinfeksi ada berbagai macam prosedur :
Mmm, saya bahas disinfeksi panas ma disinfeksi kimia aja.
a. Disinfeksi Panas
Dilakukan jika barang yang bersangkutan dapat menahan panas dan kelembaban serta tidak memerlukan sterilisasi, disinfeksi secara panas atau pasteurisasi dengan memakai panas dan air pada suhu dan dengan jangka waktu yang dapat memusnahkan pengantar patogen yang hidup dan tumbuh adalah cara disinfeksi yang paling sederhana, paling tepat hasil dan juga tepat secara biaya. Pasteurisasi adalah proses disinfeksi secara panas yang memakai air panas atau pada suhu 80 oC sampai 90 oC. Kisaran itu setara dengan tingkat menengah disinfeksi untuk lama persentuhan tertentu panas cepat diantar (oleh air dan oleh sebagian besar logam) sehingga dapat menembus dan mendisinfeksi barang dengan lebih efisien daripada bahan kimia. Namun, akibat panas pada mikroba dapat berkurang jika pembersihan tidak cukup baik. Jadi parameter suhu harus sesuai.
b. Disinfeksi Kimia
Kemampuan disinfektan kimia untuk secara tepat hasil menjadikan tidak aktif penyebab infeksi yang bersifat mencemarkan bergantung pada sejumlah faktor, yang mencakup jumlah awal pengantar yang ada, suhu (25 oC adalah suhu yang optimal, pH dan konsentrasi). Chiba 1994

Alat kesehatan masa kini biasanya dilengkapi dengan fitur disinfeksi. Tetapi parameter disinfeksi harus selalu kita kontrol agar hasilnya optimal.
Contohnya :
- Bed Pan Sanitizer
- Washer Disinfectan
- Hemodialysis Unit
- Etc.

Universal Precaution tidak berdasar karena suatu wilayah, ataupun karena pandemi, epidemi ataupun endemi suatu penyakit di suatu wilayah. Tetapi karena kesadaran kita sendiri.

CE Mark


Dalam alat medis biasanya kita temukan CE mark sign, ataupun sertifikat CE.
CE mark itu apa ya ?

CE Mark is a mandatory conformity mark on many products placed on the single market in the European Economic Area (EEA).

So, the CE marking of conformity applied to medical devices encompasses all other relevant directives. Usually seal with approval guaranteeing that the device is in conformance with the council directive concerning with medical device.

Jadi apa sih CE marking itu ? Ya, seperti quality assurance buat alat buatan eropa, standar eropa punya. Dan itu lisensi pasti ada sertifikatnya sendiri, jadi pastikan alat medis anda kalau buatan dari eropa, ada label CE juga.

More Read :
- CE Marking Web
- Council Directive 93/42/EEC
- Council Directive 93/42/EEC two
- EEC (European Economic Community)
- European Union Medical Device Directive


Safety Adds Control


Suatu alat kesehatan yang baik biasanya diperlengkapi dengan beberapa sensor dan alarm untuk suatu tanda bagi operator atau user saat menggunakkan alat tersebut.

Safety Adds Control yang ditambahkan sangat bervariasi :
- Fuse
- Automatic Saklar
- Flashing Alarm
- Audible alarm, with speaker
- Vibrating alarm
- Battery back up built in
- Grounding
- Etc



Itu Rusak Ya !


Sebelumnya mohon maaf terlebih dahulu, saya tidak bermaksud untuk menyudutkan salah satu profesi tenaga kesehatan ataupun pihak tertentu dalam artikel ini.
Yah itulah kata yang biasa dilontarkan oleh beberapa perawat, dokter ataupun para pengunjung rumah sakit ketika melihat salah satu alat kesehatan yang ada mangkrak, ngambek nggak mau bekerja.

Ketika kami, biomedical engineering datang untuk ceck dan perbaikan pasti ada salah satu atau beberap perawat yang menyeletuk "Rusak lagi ya mas ?". "Iya mbak", sahut saya sambil tersenyum.
Ini ngambek kalau lihat mbak perawat juga cemberut begitu, ujar saya sambil menggoda.

Saya sangat menyadari bila orang lain hanya bisa mengatakan rusak karena memang alat tersebut tidak mau bekerja, entah apa yang menghambatnya. Karena saya belum cecknya nih, buka covernya aja belum. "Ini tadi sebelumnya kenapa mbak koq bisa mati ?", tanya saya. "Wah, nggak tahu mas. Tiba-tiba mati begitu saja", sahut perawatnya keras.
Nah, mulai bekerja ..... ceck dan ceck ..... Oooooo ..... rupanya fusenya putus. Sesudah diganti dan testing beberapa kali, alat kembali normal, nah sudah bisa dipakai.

"Terima kasih mas", sahut perawat tersebut sambil tersenyum karena alatnya sudah kembali bekerja. "Ok mbak, nanti kalau ada trouble lagi, pager ya", sahut saya sambil berlalu. Perawatnya pun mengangguk, sambil memberikan jempolnya tanda OK.

Itu sekilas cuplikan ketika saya menghadapi suatu kasus di suatu alat yang sedang dipakai. Biasanya sih perawat atau dokter akan cemberut kalau alat kesehatan yang dipakainya rusak.
Rusak itu banyak lho definisinya, dilihat dari apa masalahnya dan cara penyelesaiannya. Saya sangat sebel, pengalaman saya sendiri sih. Karena alat kesehatan yang rusak pada ward tersebut lebih dari satu dan ruangan tersebut tidak punya cadangan untuk alat tersebut, perawatnya dengan cemberut terkadang tidak kooperatif dengan kita. Mereka cuma bilang, "Kapan selesainya ? Bisa cepat nggak ?"

Rumah sakit itu suatu tempat yang besar dan banyak sekali alat kesehatan yang ada di situ, jadi kami sebagai teknisi kesehatan selalu memprioritaskan beberapa alat kesehatan yang vital bila terjadi kerusakan pada beberapa ruangan yang lain. Kasihan pada pasiennya juga dong, menunggu kita ....
Makanya ada beberapa dokter ataupun perawat yang tidak mau tahu bagaimana alat kesehatan tersebut bisa kembali baik ? Tidak semuanya seperti membalikan telapak tangan ...

Nah, yang biasanya saya bingungkan :
- Kenapa ya kalau alat kesehatan yang saya pegang saya, sudah dicomment sama orang lain. "Alat itu rusak ya ?". Padahal khan saya mau maintenance rutin.
- Kenapa saat alat tersebut saya testing. Dikira rusak juga.
- Saat saya datang ke suatu ruangan, selalu ditanyain. Ada alat yang rusak ya, padahal khan saya mau cek saja.

Note:
Kalau bagus itu biasa, tetapi kalau Jelek atau ada trouble itu baru tidak biasa.



Menjadi PNS, Karyawan Swasta atau Wirausaha





Judul di atas merupakan beberapa pilihan bagi kita umumnya yang baru lulus kuliah. Karena ngapain kita susah-susah cari ilmu kalau tidak kerja, kalau tidak ngapain donk ? Nah, hal tersebut juga yang menjadi beberapa pertanyaan bagi para alumni ATEM yang sekarang akan lulus atau masih belum dapat pekerjaan karena ijasah belum keluar, he3 ...

Dengan keadaan negara Indonesia yang sekarang ini lagi krisis dan apalagi mau menyongsong era globalisasi 2010, persaingan semakin ketat. Pertanyaan tadi kembali lagi pada diri kita sendiri, Saat dimana dan kapan kita enjoy dengan pekerjaan yang saat itu kita lakukan ?
Masih banyak teman-teman kita bahkan diri saya sendiri juga masih seperti kutu loncat yang terbang kesana kemari karena tidak cocok dengan sikon, situasi kondisi dan finansial dari pekerjaan yang saya lakukan.
Alasannya simple, ingin yang lebih baik ...

Setelah saya telaah dengan seksama, menjadi PNS, karyawan swasta atau pun wirausaha. Kembali lagi pada diri kita, sudahkah Anda planning diri Anda dengan baik ?

Menjadi PNS mempunyai kelebihan waktu kerja yang santai, tunjangan yang memadai, pensiun dan asuransi kerja juga ada. Tapi saya belum tahu untuk tahun-tahun mendatang, karena sekarang banyak badan pemerintah bahkan rumah sakit yang sudah berubah menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara), bisa-bisa tidak ada pensiun tetapi langsung pesangon, seperti di PJKA, Telkom, PLN, dll.
Tetapi kekurangannya kita tidak akan berkembang, terpacu pada rutinitas saja. Semuanya kebanyakan birokrasi.
Menjadi Karyawan Swasta mempunyai kelebihan gaji yang lebih tinggi, kita lebih berkembang pada pengembangan diri kita dan pengalaman yang ada. Untuk masalah tunjangan dan pensiun tidak usah khawatir, karena pada perusahaan swasta biasanya managemen sudah bekerjasama dengan Jamsostek.
Tetapi kekurangannya, biasanya ada target yang harus dipenuhi dan waktu kerja yang lebih lama.
Menjadi Wirausaha mempunyai kelebihan kita bisa sebagai bos bagi diri kita sendiri, kapan kita bekerja dan kita cuti. Tetapi kebanyakan wirausaha dijadikan usaha sampingan bagi kita. Misalnya kita sebagai supplier alat kesehatan secara kecil-kecilan ataupun memproduksi alat kesehatan dan penunjangnya bila ada order. Tetapi kekurangannya, kita tidak punya gaji tetap.


Jadi, kembali lagi pada planning kita dunk :
- Sekarang berapa usia kita ?
- Sudahkan Anda berkeluarga ?
- Berapa banyakkah tanggungan Anda ?
- Apakah cita-cita Anda ?
- Seberapa besar obsesi Anda ?
- Seberapa besar keberanian dan kemauan Anda ?
- Apa yang mau Anda lakukan sekarang ?

Saran dari saya :
Untuk itu menjadi PNS tidaklah mutlak setelah selesai kuliah Anda langsung bingung untuk menjadi PNS. Itu versi saya, versi Anda ......

X-ray Photo Fun

Halaman ini sebagai Intermezo saja

Gambar di bawah saya copy dari www.rhunt.f9.co.uk

Klik pada gambar tersebut untuk melihat hasilnya setelah difoto x-ray.

He3 ... bagus juga ya ....

Granny Smith Apple.

Nichicon 1.13uF 2100V microwave oven capacitor with integral 10MΩ resistor.

Analog Devices 5B30-02 amplifier module.

Dataforth SCM5B35-04 amplifier module.

Ricoh 3E07-2 6.2kV EHT supply from a laser printer.

Musical Christmas card.

Philips Ecotone 9W Economy fluorescent lamp.

A&D HL200 digital scale (batteries removed).

LP1174/31 EHT multiplier from a late 1970's Philips colour television (G8 chassis).

Sharp EL-531GH scientific calculator.

Spider crab (cooked).

2/722F Trimphone telephone.



Sea shells.

Dymo 1000 Plus label printer.

MK 13A plug.

Schaffner FN329-6/05 IEC mains filter.





Deer skull, top view.

Deer skull, side view (slightly tilted).

Deer spine, top view.

Baby House martin.


Click to picture above to see another result after taken x-ray

Klik Gambar Di Atas untuk Melihat Hasil gambarnya setelah x-ray

Kirimkan artikel Anda !


Anda punya artikel tentang teknik elektromedik, atau pengalaman waktu anda bekerja sebagai teknisi alat kesehatan. Jangan sungkan-sungkan dan disimpan sendiri, silahkan kirimkan artikel dan tulisan anda tersebut via email ke elka2_blogspot@yahoo.com beserta dengan data Anda + foto juga boleh.

Saya akan posting artikel dan tulisan anda tersebut, tapi sebelumnya akan saya konfirmasikan kepada anda via email.

Note :

Saya pikir dengan hal ini, bagi yang tidak sempat membuat blog seperti saya bisa juga mengisi kolom yang kosong pada blog saya. Dengan foto Anda ataupun foto waktu Anda kuliah dulu, dimungkinkan juga ada kontak lama yang terjalin kembali dengan teman seangkatan dulu.

Oiya, dibolehkan mengirimkan salam-salam untuk teman Anda juga. Jadi kirim artikel tulisan Anda (Boleh tentang pengalaman waktu Anda kuliah atau waktu Anda bekerja) --> Saya akan buat tag baru yaitu tentang alumni ATEM

Saya akan menjamin kerahasiaan data Anda, bila dalam postingan tidak ingin Anda tampilkan.



Pentingnya Sekering

Simbol Sekering

Terkadang sebagai teknisi, kita cenderung ceroboh dalam menganalisa suatu kasus. Hal yang sepele tapi penting misalnya sekering atau fuse. Terkadang tidak kita sentuh sama sekali, dan hal tersebut sangat fatal akibatnya. Karena sebagian besar alat kesehatan, dari produsennya sendiri selalu diperlengkapi dengan safety user seperti grounding dan adanya fuse dalam rangkaian elektroniknya.

Contoh Sekering


IEC Main Filter


Fuse atau sekering pada rangkaian selalu dipasang pada blok tegangan AC dimana tegangan phase PLN saja atau juga terkadang nol PLN juga, keduanya dilewatkan juga pada fuse terlebih dahulu. Bahkan yang lebih baik dilewatkan pada single phase mains filter tegangan AC lihat gambar di atas.

Sekering yang rusak

Anda bisa lihat gambar di atas, secara fisik saja sudah terlihat sekering tersebut sudah hitam dan coil tembaga di dalam sekering sudah tidak terlihat.
Fuse atau sekering yang putus atau rusak bisa dikarenakan :
- Tegangan yang berlebih / overload voltage
- Arus yang berlebih / overload current


Maka sebaiknya apabila kita menemukan adanya fuse di dalam rangkaian, sebaiknya kita ukur dulu lah. Nyambung atau nggak, kalau tidak ya berarti waktunya sekering itu kita ganti dengan yang baru.



Jangan Sepelekan Hal Yang Kecil

Semoga bermanfaat

Diploma IV Teknik Elektromedik

Untuk DIV Teknik Elektromedik sudah ada. Anda bisa menghubungi kampus Teknik Elektromedik Negeri yang sudah saya posting. Diploma IV Atem setara dengan S1 dan ditempuh dalam 2 semester. Untuk Pegawai Negeri (PNS), DIV lebih diakui untuk kenaikan pangkat ketimbang ijasah S1 kita.
Untuk mengambil DIV Atem terlebih dahulu kita harus mengenyam kuliah DIII nya dulu.

Di buku tamu, ada pertanyaan dari pengunjung, bolehkah cewek kuliah di Atem. Tentu boleh dan sangat boleh. Karena tidak perbedaan gender dalam kampus Atem.

Reference :

- KepMenkes NOMOR 1553/MENKES/SK/X/2005

- Contoh Buku Atem

Reverse Osmosis (RO)


Reverse Osmosis adalah proses osmosis yang melibatkan perpindahan air secara selektif dari satu sisi ke sisi lain di membran. Tekanan diberikan untuk mendorong air melewati membran, sedangkan kontaminan tidak dapat melewati membran sehingga air yang lebih murni berkumpul pada satu sisi.

Mungkin Anda pernah mendengar tentang istilah water treatment, water purified tetapi belum mendengar tentang istilah air RO (Reverse Osmosis). RO adalah suatu sistem yang direferensikan beberapa produsen alat laboratorium untuk produknya, agar produknya tetap awet dan merupakan prosedur dasar agar hasil dari alat laboratorium tersebut lebih akurat. Karena hasil dari air RO setara dengan aquades murni.
Sehingga air yang keluar dari sistem pemrosesan RO sudah tergolong sangat bagus, bisa langsung diminum.
Sebenarnya sudah lama sistem pemrosesan air dengan RO sudah digunakan selain di Rumah Sakit, ada yang di rumah tangga, hotel, restaurant, dll. Anda bisa membayangkan berapa investasi dan penghematan yang kita lakukan bila menggunakkan sistem RO ? Tahukah Anda berapa konsumsi air PDAM yang digunakan suatu Rumah Sakit dalam satu bulan ?

Reverse Osmosis menggunakkan prinsip dasar Osmosis dan beberapa filter membran dalam sistemnya. Karena kualitas air PDAM, saya tidak menjelek-jelekkan, tetapi contaminant dalam air tersebut melalui pipa distribusi yang kita tidak ketahui jelasnya. Sangat banyak faktor yang kurang baik terhadap alat kesehatan yang berhubungan dengan sirkulasi air.
Misal : Autoclave, Hemodialysis Unit, Alat-alat Laboratorium, Dental Unit, dll.



RO Spectrum

Anda bisa lihat di atas, sampai berapa ukuran untuk membran filter untuk mematikan bakteri dan virus.

NB: Pengujian air secara berkala terhadap suatu bakteri atau kontaminant yang lain sangat penting dilakukan

About Email And Advertising

Hello readers, thanks for your visit.




Beberapa waktu lalu saya membuka email saya, dan ada beberapa email dari beberapa perusahaan Alkes (Alat Kesehatan) yang notabene ingin mengiklankan produknya atau hanya sekedar memberitahukan nama perusahaannya.

Maka dari itu apabila kebetulan Perusahaan Anda atau Anda sendiri termasuk yang membaca artikel ini. Dan Perusahaan Anda ingin mengiklankan perusahaan Anda, sekalian Anda ingin mencari lulusan tenaga kerja Teknik Elektromedik untuk bekerja di Perusahaan, silahkan pasang iklan lowongan disini. Saya akan me-posting juga tentang lowongan Teknik Elektromedik (ATEM) bila ada informasi.


Email saya di elka2_blogspot@yahoo.com

Note:

- Pasang Iklan Lowongan untuk Teknik Elektromedik di Blog ini >>> GRATIS
- Pasang Iklan Perusahaan + Lowongan untuk Teknik Elektromedik >>> GRATIS
- Pasang Iklan untuk Perusahaan non lowongan, ada tarif menyusul via email





SOP Needed

SOP (Standing Operating Procedure) perlu dibuatkan untuk setiap alat kesehatan. Tidak semuanya tidak harus kita tuliskan, minimal cara pengoperasian alat, ataupun parameter tertentu yang harus operator atau user ketahui dan lakukan.

Disebabkan dari beberapa kasus, banyak trouble pada alat ataupun kesalahan operasional alat karena kesalahan user mengoperasikan alat tersebut.

SOP bisa kita susun dari Operation Manual Book alat kesehatan tersebut.



Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner