Home » » Ingin Cantik dengan Terapi Transfusi Darah Malah Nyawa Melayang

Ingin Cantik dengan Terapi Transfusi Darah Malah Nyawa Melayang

  DR Beauty Chain (dok. asiaone)

Hong Kong, Ada banyak cara yang rela dilakukan wanita agar selalu tampak cantik dan awet muda. Karena keinginan itu, seorang wanita meninggal dan tiga orang lainnya harus berjuang untuk hidup setelah melakukan perawatan kecantikan dengan terapi transfusi darah.

Seorang wanita Hong Kong berusia 46 tahun meninggal setelah melakukan perawatan kecantikan di sebuah salon dengan menggunakan terapi transfusi darah. Ia meninggal karena mengalami septic shock, seperti dilansir Asiaone, Kamis (11/10/2012).

Septic shock biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat mengakibatkan kegagalan organ pernapasan dan bahkan kematian.

Sedangkan tiga wanita lainnya, yang masing-masing berusia 56 tahun, 59 tahun dan 60 tahun, kini tengah berada di rumah sakit dengan kondisi kritis.

Menurut laporan polisi, keempat wanita tersebut baru saja menjalani prosedur transfusi darah yang rumit untuk perawatan kecantikan di DR Beauty Chain, Hong Kong. Perawatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penampilan tubuh.

Prosedur tersebut dilakukan dengan mengambil darah untuk diisolasi dan dikultur dengan sel imun jenis tertentu. Darah yang sudah diinduksikan sel imun tersebut kemudian disuntikkan kembali ke dalam tubuh wanita bersamaan dengan plasma darah mereka sendiri.

Para wanita harus membayar sebesar HK$50,000 (sekitar Rp 62 juta) untuk perawatan ini. Namun bukannya tampil cantik, 4 wanita malah menjadi korban.

Keempat wanita tersebut jatuh sakit dan mengalami demam, pusing serta diare. Dalam sampel darah yang sebelumnya diambil dari wanita yang meninggal, petugas kesehatan menemukan Mycobacterium abscessus, kuman super yang sangat membunuh.

Pihak DR menyatakan bahwa prosuder yang telah menelan 4 korban tersebut dilakukan oleh dokter yang sebenarnya tidak dipekerjakan oleh salon.

Hal ini menyoroti kurangnya regulasi dalam industri kosmetik Hong Kong. Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan polisi dan otoritas medis Hong Kong. Regulasi yang lebih ketat pun akan diterapkan dalam industri kecantikan Hong Kong. (mer/ir)

Merry Wahyuningsih - detikHealth

0 komentar :

Masukkan kata kunci pencarian Anda :

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner