Pemeliharaan Heater



Biasanya elemen heater kita dapatkan pada alat-alat penunjang kesehatan misalnya autoclave, washer disinfectan, sanitizer, drying cabinet, sterilisator, dll.

Elemen heater merupakan salah satu part pemanas yang bisa menggunakan media udara (elemen kering) ataupun media air (elemen basah). Salah satu cara pemeliharaan heater yang paling mudah adalah pengukuran hambatan elemen tersebut apakah masih sesuai dengan nilai hambatan yang diperkenankan, kemudian baru pembersihan fisik elemen heater dengan larutan pembersih kerak atau karat.

Elemen heater yang hambatannya tidak terhingga menandakan heater tersebut sudah putus dan harus diganti dengan sparepart baru. Bisa dikarenakan oleh faktor overload tegangan, ataupun cacat fisik karena kerak atau karat.


Audiometri & Tympanometri

Telinga

Dalam mendeteksi kehilangan pendengaran, audiometri dan tympanometri adalah instrumen diagnostik yang membantu untuk mengetahui tingkat ketulian seseorang.

Audiometri adalah alat untuk mengetahui derajat gangguan pendengaran atau jenis ketulian masing-masing telinga secara kuantitatif dan akan bisa dikategorikan menjadi normal, tuli ringan atau tuli berat.

Sedangkan Tympanometri adalah pengukuran tekanan telinga yang berhubungan dengan tuba saluran eustachius pada membran tympani. Eustachian Tube/Tuba Eusthasius menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan yang mempunyai tujuan menyeimbangkan tekanan udara ditelinga tengah dan luar serta merupakan ventilasi pada telinga tengah. Tes ETF/Fungsi Tuba Eusthasius dapat digunakan untuk mengetahui jika fungsi tuba eusthasius normal.

Uji audiometri ada dua macam:
(1) audiometri nada-murni, di mana stimulus suara terdiri atas nada murni atau musik (semakin keras nada sebelum pasien bisa mendengar berarti semakin besar kehilangan pendengarannya), dan
(2) audiometri wicara
di mana kata yang diucapkan digunakan untuk menentukan kemampuan mendengar dan membedakan suara.

Agar hasilnya akurat, evaluasi audiometri dilakukan di ruangan yang kedap suara. Respons yang dihasilkan diplot pada grafik yang dinamakan audiogram.

Frekuensi
Melihat pada jumlah gelombang suara yang dihasilkan oleh sumber bunyi per detik siklus perdetik atau hertz (Hz). Telinga manusia normal mampu mendengar suara dengan kisaran frekwensi dari
* 20 sam¬pai 20.000Hz.
* 500 sampai 2000 Hz yang paling penting untuk memahami percakapan sehari-hari
* Frekwensi 100 Hz dianggap sebagai nada rendah, dan nada
* 10.000 Hz dianggap sebagai nada tinggi. Unit untuk mengukur kerasnya bunyi (intensitas suara) adalah desibel (dB), tekanan yang ditimbulkan oleh suara. Kehilangan pendengaran diukur dalam decibel, yang merupakan fungsi logaritma intensitas dan tidak bisa dengan mudah dikonversikan ke persentase.
* Ambang kritis kekerasan adalah sekitas 30 dB. Beberapa contoh internsitas suara yang biasa termasuk gesekan kertas dalam lingkungan yang sunyi, terjadi pada sekitar 15 dB; per kapan rendah, 40 dB; dan kapal terbang jet sejauh kaki, tercatat sekitar 150 dB. Suara yang lebih keras i 80 dB didengar telinga manusia sangat keras.

Sedangkan Uji Tympanometri Tes dilakukan dengan memberikan nada murni pada telinga, dan mengukur respon gendang telinga terhadap suara dan perbedaan tekanan. Hasilnya akan ditampilkan pada kurva tympanogram.

AFTA 2010 (Asian Free Trade Area 2010)

Penjelasan secara singkat ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.

AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.

Jadi celingak-celinguk melihat banyak rumah sakit-rumah sakit dibangun di Indonesia, menjelang tahun 2010, bagi yang belum tahu, ini bocoran sedikit, mau menjelang AFTA bro. Wah berarti akan banyak tenaga kesehatan yang diserap dunk Belum tentu juga itu ...

Disini alumni tenaga elektromedik, baik juga yang sudah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga merasa ikut merasakan pengaruhnya. Mungkin dari munculnya merk-merk baru alat kesehatan dan tenaga-tenaga teknisi ataupun konsultan produk dari luar negeri.

Oleh karena itu, hal pasti ada hal positif dan hal negatif yang didapatkan dari pasar bebas mendatang. Tetapi yang jelas, kita harus siap menghadapi pasar bebas ini. Saya berharap akan ada industri alat kesehatan yang dibuat oleh tangan-tangan anak Indonesia sendiri, dimana alat-alat kesehatan tidak lagi didominasi oleh pabrikan luar negeri.

GO AFTA 2010 !



Service Backup



Pada suatu alat medis ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Seperti pada alat-alat elektronik yang lain adalah pada after sales service.

Bagaimana dengan garansi setelah pembelian ?
Bagaimana dengan pelatihan dan training ke pengguna ?
Bagaimana dengan pelayanan servicenya ?
Bagaimana dengan ketersediaan sparepart ?
dll ...

Semua hal di atas adalah hal yang patut menjadi perhitungan bagi konsumen alat medis, apapun alat medis Anda, tetapi yang terpenting bukanlah harga yang murah akan tetapi pelayanan service yang lebih baik yang ditawarkan.

Tenaga teknisi yang siap sedia on call 24 jam, siap untuk onsite service, sparepart yang selalu tersedia dan kejelasan akan suatu kerusakan alat akan menjadi nilai plus bagi suatu perusahaan ataupun vendor sebagai distributor alat kesehatan tersebut.

Bagaimana menurut Anda apabila suatu alat kesehatan, dengan harga yang sangat mahal tetapi teknisinya hanya ada di satu tempat saja, sparepartnya pun masih inden karena stock barang yang terbatas. Maka dari itu pelayanan service oleh teknisi menjadikan layanan purna jual ataupun layanan jasa yang sangat membantu pada para user pengguna.


Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner