Home » , » Tak Ada Oksigen, Keluarga Pasien Mengamuk

Tak Ada Oksigen, Keluarga Pasien Mengamuk



LHOKSEUMAWE – Keluarga salah seorang pasien di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Buket Rata, Lhokseumawe dilaporkan sempat mengamuk, Minggu, 17 Juli 2016, usai siang. Pasalnya, tidak tersedia oksigen saat kondisi pasien drop sampai pingsan.

Informasi diperoleh portalsatu.com dari anggota DPRK Aceh Utara Zulfadhli A. Taleb, pelayanan buruk di rumah sakit itu dialami Nurjannah, 56 tahun, warga Gampong Keude Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara. Pasien itu dirawat di ruangan 1C VIP Kupula RSUCM yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan diterima Zulfadhli dari keluarga pasien, Nurjannah dibawa ke RSUCM, Jumat, 15 Juli 2016, malam. “Pasien tertusuk duri udang dan memiliki riwayat (penyakit) gula. Tadi kondisinya drop sampai tidak sadarkan diri, karena gulanya tinggal 36. Parahnya, saat kondisi pasien seperti itu, tidak tersedia oksigen dan alat tensi rusak,” ujar Zulfadhli lewat telpon seluler, sekitar 16.20 WIB tadi.

Kondisi tersebut, kata Zulfadhli, membuat keluarga pasien panik. Anggota keluarga yang menjaga Nurjannah di RSUCM menghubungi anggota keluarga lainnya di Gampong Keude Jrat Manyang. “Sehingga semua keluarga pasien berkumpul di rumah sakit ini, termasuk saya langsung datang ke sini,” katanya.

“Setelah keluarga pasien mengamuk, baru ada oksigen. Tadinya tidak ada (oksigen). Inikan sangat parah pelayanan rumah sakit seperti ini, rumah sakit macam apa ini,” ujar anggota DPRK dari Fraksi PPP itu.

Zulfadhli juga mempertanyakan mengapa sampai saat ini Nurjannah belum dimasukkan ke kamar operasi (OK), padahal pasien sudah dibawa ke RSUCM sejak Jumat malam. “Menurut informasi diperoleh keluarga pasien dari perawat, pasien akan dimasukkan ke ruangan OK, Senin besok, untuk dibersihkan luka akibat tertusuk duri udang,” katanya.
“Mengapa pasien harus menunggu sampai besok, kalau bisa dipercepat, mengapa diperlambat. Pelayanan seperti ini jelas sangat tidak sehat,” ujar Zulfadhli lagi.

Abdul Munir, 30 tahun, anak kandung Nurjannah membenarkan informasi yang disampaikan Zulfadhli. “Yang membuat saya panik sampai mengamuk, tidak ada oksigen dan alat tensi rusak. Itukan kebutuhan utama dalam penanganan medis terhadap pasien,” kata dia saat dihubungi terpisah, sekitar pukul 17.05 WIB tadi.

Ia mengaku semakin emosi ketika perawat menyatakan dokter tidak mengangkat telpon untuk dilaporkan tentang kondisi pasien yang sekarat. “Ibu saya sampai pingsan, mulutnya mengeluarkan air, tapi tidak ditangani dengan cepat oleh pihak medis. Kemudian datang dokter dari ruangan lain, baru ada oksigen, setelah saya mengamuk,” ujar Abdul Munir.

Direktur RSUCM Lhokseumawe, drg. Nurhaida, MPH., dihubungi portalsatu.com sekitar pukul 17.23 WIB, meminta waktu untuk mengecek terlebih dahulu tentang pasien bernama Nurjannah. “Nanti telpon lagi, ya, saya cek dulu,” kata Nurhaida yang kemudian memutuskan sambungan telpon.

Dihubungi kembali sekitar pukul 17.50 WIB, Nurhaida membantah sempat tidak tersedia oksigen, sehingga keluarga pasien panik dan mengamuk. “Saya sudah cek. Bukan tidak ada oksigen, tapi lagi diambil ke ruangan sana,” ujar Nurhaida yang mengaku sedang menyetir mobil di kawasan Seulawah, Aceh Besar.

Nurhaida mengakui pasien tersebut drop gulanya. Kondisi itu, kata dia, langsung dilaporkan oleh perawat kepada dokter terkait untuk ditangani secara maksimal. “Kemudian udah bagus. Sekarang keluarga pasien nggak marah-marah lagi,” katanya.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

http://portalsatu.com/read/news/tak-ada-oksigen-keluarga-pasien-mengamuk-14687

0 komentar :

Masukkan kata kunci pencarian Anda :

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner