Troubleshooting


Banyak tugas dari tenaga elektromedik selain pemeliharaan alat kesehatan baik fisik maupun program (Preventive Maintenance) ataupun service jika alat ngadat/rusak.
Tapi rusak itu definisinya luaaasss sekali, nah di dalam troubleshooting ini kita selalu kebanyakan kurang mengerti dengan apa yang harus kita lakukan pertama kali. Sebab alat kesehatan tersebut sangat kompleks dan banyak yang berbeda baik dari merk, jenis maupun sistem kerjanya.
Tidak semua peralatan medis mendapat perlakuan yang sama untuk memulai prosedur troubleshooting, apalagi salah satunya sebagai teknisi elektromedik yang biasanya bertemu dengan kasus dimana alat medis tersebut macet atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat dipakai pasien, dan harus diselesaikan di tempat itu juga karena akan segera dipakai.

Pertama-tama diperlukan analisa terlebih dahulu untuk mengetahui masalah atau error yang berlaku sebelum kita melakukan langkah-langkah selanjutnya.
Ada banyak faktor yang menyebabkan alat medis error, misalnya :
- Kesalahan prosedur pengoperasian oleh user
- Sumber tenaga seperti baterai atau listrik PLN yang drop mendadak
- Faktor dari pasien sebagai pengguna
- Error tanda memerlukan kalibrasi ulang
- Dll ....

Nah, dari analisa tersebut maka kita bisa menentukan langkah yang tepat untuk melakukan tindakan selanjutnya baik itu service ataupun penggantian sparepart apabila diperlukan.

Centrifuge

centrifuge

Centrifuge adalah alat untuk memutar sampel pada kecepatan tinggi, memaksa partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge. Pemakaian centrifuge yang paling sering adalah untuk pemisahan komponen sel darah dari cairannya sehingga cairannya bisa dipakai untuk pemeriksaan.

Ada beberapa klasifikasi centrifuge menurut jenisnya, antara lain :

- General Purpose Centrifuge
Model biasanya adalah tabletop (bisa diletakkan di atas meja) yang dirancang untuk pemisahan sampel urine, serum atau cairan lain dari bahan padat yang tidak larut. Centrifuge ini biasanya berkecepatan 0-3000 rpm, dan bisa menampung sampel dari 5-100 ml.
- Micro Centrifuge
Atau disebut juga microfuges, memutar microtubes khusus pada kecepatan tinggi. Volume micotubes berkisar 0.5-2.0 ml.
- Speciality Centrifuge
Yaitu centrifuge yang dipakai untuk keperluan yang lebih spesifik. Seperti microhematocrit centrifuges dan blood bank centrifuges, yang dirancang untuk pemakaian spesifik di laboratorium klinik. Microhematocrit centrifuge adalah merupakan variasi dari microcentrifuge yang dapat menampung sampel kapiler untuk pengukuran volume hematocrit pack cell, sedangkan Blood Bank Centrifuge adalah centrifuge yang dipakai di bank darah dan serologi yang dirancang untuk memisahkan sampel serologis dalam tabung.

Jenis lain adalah centrifuge berkecepatan tinggi, yaitu ultracentrifuges dan refrigerated centrifuges. Centrifuge berkecepatan tinggi berputar pada kecepatan 0-20.000 rpm dan ultracentrifuge berputar pada kecepatan di atas 50.000 rpm. Kebanyakan centrifuge ini dilengkapi dengan sistem pendinginan untuk menjaga sampel tetap dingin selama sentrifugasi. Centrifuge ini lazim dipakai di laboratorium penelitian.

Jenis-jenis rotor pada centrifuge :

1. Swing Out / Horizontal Rotor

- Keuntungan

Menghasilkan butiran endapan yang terdistribusi merata
Dapat disesuaikan dengan berbagai tabung
Bisa untuk volume tunggal yang besar

- Kerugian

Kecepatannya terbatas
Menimbulkan gesekan yang tinggi (bunyi,panas, kecepatannya lambat)
Ada bagian bergerak yang lebih banyak

2. Fixed Angle Rotor

Keuntungan
Bisa berkecepatan tinggi
Memberikan jalur pemisahan yang lebih pendek
Memberikan dukungan tube yang lebih maksimum
Menghasilkan gesekan dan panas yang lebih sedikit

- Kerugian
Menghasilkan butiran endapan yang tidak rata
Memiliki kapasitas yang lebih terbatas
Membuat tube menerima tekanan yang tinggi
Tips tube, tube tanpa tutup tidak bisa diisi penuh.

3. Drum Rotor

- Keuntungan
Menghasilkan butiran endapan yang terdistribusi merata
Memiliki kapasitas besar

- Kerugian
Terbatas pada micro-volume tube
Tidak dapat menghasilkan tenaga yang sama dengan angle rotor

4. Winshield Rotor

- Keuntungan
Mengurangi tingkat gesekan dan panas
Meningkatkan kecepatan potensial dari swing-out rotor

- Kerugian
Meningkatkan cost rotor
Meningkatkan berat rotor
Memerlukan tempatyang lebih besar untuk menampung winshield



Pemakaian centrifuge sehari-hari

- Sebelum memulai centrifuge, pastikan bahwa tutupnya terpasang dan terkunci.
- Jangan pernah membuka tutup selama centrifuge berlangsung
- Periksa kebersihan ruang centrifuge, segera bersihkan semua tumpahan.
- SELALU Melakukan Tindakan Pengamanan Universal (Biohazard)
- Setimbangkan muatan centrifuge sebelum pemakaian. Gunakan shield dan tube yang benar.
- Amati dan lakukan tindakan yang sesuai jika ada bunyi atau getaran yang tidak lazim selama pemakaian
- Putar sampel dengan tutup terpasang
- Gunakan hanya tube yang diperuntukkan untuk centrifuge tersebut

Pemeriksaan Kinerja

Frekuensi pemeriksaan bervariasi bergantung pada peraturan pemerintah yang berlaku dan referensi dari supplier, namun umumnya dianjurkan bahwa pemeriksaan fungsi dilakukan setiap enam bulan dan didokumentasikan. Ini meliputi verifikasi RPM centrifuge dengan photo-tachometer external dan waktu harus diverifikasi dengan digital timer atau stop watch.

Fluke Converter




Fluke itu merk multimeter kantorku. Menemani dan kawan saat aku membutuhkan bantuan, very help. Nah sekarang saya tambahkan software converter buat temen-temen yang mau download. Tentang konversi satuan, praktis.







Basic ECG

ECG or Electrocardiograph is an instrument for recording the changes of electrical potential occurring during the heartbeat used especially in diagnosing abnormalities of heart action.

More about ECG :
- Electrical voltages generated by the heart appear throughout the body.
- Sensitive instrumentation is used to measure the voltage at an electrode relative to some reference (e.g., another electrode).
- Measurements made at different locations will generate different recordings.
- Standard positions for electrode placement are needed so that clinical evaluations of ECG can be made.

ECG Lead Position



Lead I is the first of three standard limb leads (I, II, III). Limb leads measure cardiac depolarization in the frontal plane.

The negative electrode is connected to the RIGHT ARM. The positive electrode is connected to the LEFT ARM.

When an action potential starts on the right and proceeds toward the left side of the heart, a positive inflection will be seen in Lead I.




Lead II is one of the most common leads used for ECG monitoring. Normal rhythms present with a prominent P wave and a tall QRS.

The negative electrode is connected to the RIGHT ARM. The positive electrode is connected to the LEFT LEG.



Lead III is the last of the three standard limb leads.

The negative electrode is connected to the LEFT ARM. The positive electrode is connected to the LEFT LEG.

In all the limb leads, the electrodes may be positioned close to the torso. For convenience, they are often placed at the shoulders and hips.

As the electrodes are moved onto the torso, changes will occur in the measured ECG. This is one of the common sources of “differences” in the appearance of ECG's taken by our cart products compared to those taken by bedside monitoring products.



Lead aVF is the last of the three additional frontal plane leads.

The negative electrode is the central terminal. The positive electrode is connected to the LEFT LEG.

Notice that this vector bisects the angle formed by leads II and III.


Lead aVL is another of these three additional frontal plane leads.

The negative electrode is the central terminal. The positive electrode is connected to the LEFT ARM.

This one is slightly more difficult to visualize, but this vector bisects the angle formed by leads I and III … when we envision lead III being oppositely deflected.

Lead aVR is the first of these three additional frontal plane leads.

The negative electrode is the central terminal.
The positive electrode is connected to the RIGHT ARM.

The “a” denotes an augmented potential, accomplished by disconnecting the central terminal attachment from the explored limb.

We will see later that these additional frontal plane leads are routinely calculated from the standard limb leads (I, II, III). One of our primary purposes here is to notice that this vector (although oppositely deflected) bisects the angle formed by leads I and II.

Other Leads



Precordial Leads

An additional set of six electrodes, labeled V1-V6 or C1-C6, are placed on the chest and used to form what are known as the precordial leads.
The positive electrode is connected to the chest. The negative electrode is the central terminal.
The precordial leads measure the ECG potential in the transverse, or horizontal, plane.


Reference :

www-medlib.med.utah.edu/kw/ecg
www.ecglibrary.com
www.anaesthetist.com/icu/organs/heart/ecg
www.heartcenteronline.com



Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner