Politeknik Kesehatan Surabaya Launch Web Baru

Saya lagi bingung mau buka website poltekkes surabaya di www.poltekkes-surabaya.ac.id koq ndak bisa, wah rupanya domainnya sudah expired.



Rupanya webmaster sudah launch web terbaru di poltekkesdepkes-sby.ac.id untuk web jurusan teknik elektromedik bisa klik JurTekMed



IKATEMI JATIM launch web baru

Ikatemi Jatim Website

Kemarin waktu main ke kampus, ketemu sama mas Prastawa dibilangin kalau sudah kirim pesan via shout. IKATEMI Jatim sudah launch web baru, monggo alumni ATEM yang belum tahu bisa langsung lihat webnya di ikatemijatim.org



Untuk menjadi anggota milis Ikatemi Jatim bisa daftar di

kirim e-mail kosong ke : ikatemi_jatim@yahoogroups.com atau klik di bawah ini



Selamat Atas Terselenggaranya Musda IKATEMI Jatim 2008 kemarin, sayang aku ndak bisa lihat.

Sukses selalu !



Kondensasi

Rumus Kimia Air (H2O)

Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut kondenser. Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau penukar panas yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar.

Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas). Air yang terlihat di luar gelas air yang dingin di hari yang panas adalah kondensasi. (Wikipedia)



Molekul Air

Terkadang saya juga awalnya bingung, kenapa koq ada alat medis yang korsleting sendiri atau terbakar sendiri tanpa sebab.
Maka kondensasi adalah salah satu penyebab paling besar untuk terjadinya korsleting, karena dengan adanya kondensasi maka terciptalah embun air dalam board unit yang dapat menyebabkan bad contact pada alat atau lebih parahnya menyebabkan korsleting.

Pada literatur alat atau dari temperature yang disarankan untuk suhu ruangan tempat alat medis biasanya berkisar 17 0C - 20 oC apalagi untuk ruang control panel suatu unit besar seperti CT Scan atau MRI pasti membutuhkan pemantauan suhu khusus walaupun sudah dilengkapi dengan exhaust ruangan atau cooler packet dalam unit.

Anda bisa bayangkan apabila ada sebuah titik air yang berada pada rangkaian tegangan tinggi atau pada rangkaian board elektronika alat medis ?
Perpindahan suhu yang terlalu drastis misalnya dari suhu yang paling dingin sekali misalnya 16 0C ke suhu ruangan yang lebih panas misalnya 23 0C dimungkinkan adanya embun air yang terjadi karena hal tersebut.

Faktor yang menentukan terjadinya kondensasi pada alat medis :
- Perpindahan suhu ruangan yang drastis
- Design ruangan, batas antara suhu dalam dan luar ruangan
- Design/bahan cover alat medis
- Gudang penyimpanan



Promo Web Elektromedik

Woro2-woro2

Buat teman-teman elektromedik yang sekarang bekerja sebagai bagian penjualan elektromedik sales dan service alat medis.
Saya membuka ruang yang selebar-lebarnya untuk promosi di blog saya (GRATIS) ndak ditarik biaya, dan akan diposting setiap akhir bulan.

Dengan syarat :
1. Format email ke saya langsung ke elka2_blogspot@yahoo.com
2. Disertai Nama Lengkap, telp dan alamat lengkap
3. Profil perusahaan, alamat lengkap dan telp kantor

Saya akan email balik Anda bila ada yang kurang benar. Silahkan isi buku tamu untuk konfirmasi jika Anda sudah mengirim email. Semoga Membantu

Promo mulai 14 Okt 2008 :)

Tes Ketahanan Baterai

Battery Charger

Hampir sebagian besar alat medis mempunyai battery dalam hardwarenya sebagai backup taupun option apabila dimungkinkan menggunakkan sumber tenaga listrik selain PLN. Ada yang menggunakkan battery charger ada juga yang baterai sekali pakai.

Hal tersebut digunakan saat :
- Listrik PLN mati
- Perpindahan unit alat secara mobile

Dimensi, Arus, dan besar tegangan baterai berbeda-beda pada setiap unit. Tergantung pada jenis dan merk unit yang digunakan.
Nah, apabila ada alat medis yang menggunakkan baterai hal itu merupakan nilai plus untuk kenyamanan dan keamanan pasien. Tetapi seringkali juga kita temui permasalahan ada baterai yang drop pada saat dipakai, bagaimana maintenance yang dilakukan untuk mencegah hal tersebut ?

Langkah-langkah :

- Cek tegangan battery pada saat posisi nol dan tegangan setelah tercharger penuh
- Observasi lama unit bekerja menggunakkan daya baterai
- Bersihkan kotoran/kerak yang timbul pada vcc probe dan negative probe
- Pada unit-unit tertentu seperti defibrillator sudah disediakan option untuk maintenance battery untuk mengetahui lifetime battery apakah masih layak digunakan ataukah harus diganti
- Gantilah battery sesuai dengan A dan V yang ditentukan apabila diketahui battery drop
- Jangan biasakan menggunakkan listrik terus-menerus apabila menggunakkan alat, sekali-kali gunakan baterai
- Selalu charger baterai apabila sudah habis


Isi Baterai 9V Uncharger


Perhatikan pada alat-alat medis yang tidak menggunakkan baterai uncharger seperti misalnya temperatur digital, doppler portable, glucose stick test, dll
Kebocoran baterai karena sesuatu hal bisa menjadi salah satu faktor merusak alat.

Semoga bermanfaat

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner