Home » » Puncak EKG, segmen dan jarak-waktu

Puncak EKG, segmen dan jarak-waktu


EKG adalah suatu gambaran grafis dari perbedaan potensial antara dua titik pada permukaan tubuh. Dengan ini terjadi kurva, yang terdiri dari berbagai puncak, yang terdiri dari berbagai puncak. Puncak yang menuju ke atas disebut positif, dan yang menuju ke bawah disebut negatif.

Puncak P disebabkan karena depolaritas atrium. Q, R dan S membentuk bersama-sama kompleks QRS, dan ini adalah hasil depolarisasi ventrikel. Setelah kompleks QRS, menyusul puncak T, yang merupakan ungkapan dari repolarisasi ventrikel.

Peranan dari puncak U, tidaklah begitu penting, dan berkaitan antara lain dengan konsentrasi kalsium dan kalium dalam darah. Terjadi puncak U ini, kemungkinan disebabkan karena repolarisasi dari serabut Purkinje.

Bahwa repolarisasi dari atrium sering tidak jelas terlihat pada EKG adalah disebabkan karena gelombang repolarisasi ini (T) kira-kira terjadi bersamaan dengan depolarisasi ventrikel (QRS) sehingga hilang ke dalamnya. Pemberian nama dari puncak-puncak dalam kompleks QRS, adalah sebagai berikut. Gelombang pertama, bila negatif dinamakan Q.
Defleksi positif pertama adalah R. Defleksi positif kedua disebut R’. Defleksi negatif pertama sesudah R disebut S, suatu defleksi negatif sesudah R’ dan S’. Huruf kecil q, r dan s, dan berturut-turut r’ dan s’, digunakan bila defleksinya adalah kecil. Besarnya suatu defleksi adalah relatif dan mempunyai hubungan dengan refleksi sebelum atau sesudahnya, di dalam kompleks QRS yang sama.



Note :

Kalau secara Bahasa Inggris disebut dengan ECG

Atrium – serambi jantung

Depolarisasi – aktivasi, eksitasi

EKG – elektrokardiogram, perekaman dari perbedaan potensial elektris yang terjadi sewaktu siklus jantung

Repolarisasi – pemulihan kembali, dari potensial waktu istirahat

Serabut Purkinje – suatu anyaman dari serabut, yang membentuk hubungan, antara cabang berkas His, dengan sel-sel miokard dari ventrikel

His, berkas – berkas dengan kemampuan menghantarkan rangsangan secara cepat, yang berjalan dari simpul atrio ventrikuler ke sel-sel ventrikel

Miokard – jaringan otot jantung

Ventrikel – kamar jantung


English



The basic ECG waveform consists of three recognisable deflections. These were named as "P wave", "QRS complex" and "T wave" by Einthoven.

The P wave represents the spread of electrical activation (depolarisation) through the atrial myocardium. Normally, it is a smooth, rounded deflection preceding the QRS complex.

The QRS complex represents the spread of electrical activation through the ventricular myocardium. It is usually (not always) the largest deflection on the ECG and is "spiky" in shape.

Deflections resulting from electrical activation of the ventricles are called QRS complexes, irrespective of whether they start with a positive (above the baseline) or a negative (below the baseline) deflection and whether they have one or more recognisable deflections within them.


The various components of the QRS complex however, are named on the basis of the following convention :
a) The first positive wave (above the baseline) is called r or R

b) Any second positive wave is called r' or R'

c) A negative wave that follows an r or R wave is called an s or S wave

d) A negative wave that precede an r or R wave is called a q or Q wave

e) An entirely negative wave is called a qs or QS wave

f) LARGE DEFLECTIONS are named with an appropriate CAPITAL letter and small waves with an appropriate small (lower case) letter.


The T wave represents electrical recovery (repolarisation) of the ventricular myocardium. It is a broad, rounded wave following the QRS complex.

The U wave may be due to slow replolarisation of the papillary muscles. Some causes include: Bradycardia, hypokalaemia and digoxin.

Note: For normal calibration, see article on "A systematic approach to ECG interpretation".



0 komentar :

Masukkan kata kunci pencarian Anda :

Artikel Rekomendasi

Bagaimana untuk Mengelola "How To Manage" Series untuk Teknologi Kesehatan

WHO Teknologi kesehatan dan manajemen teknologi kesehatan telah menjadi isu kebijakan yang semakin terlihat. Sementara kebutuh...

Popular Post

Recomended

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner